Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Rajin Latihan Menulis

Dikte             :     daun
Ira menulis:  dawun

Setelah Ira mengalami ketidaksuksesan dalam menulis kata kata tertentu , Ibu pun mencari tahu apa penyebabnya.

 

Hasil searching di internet, Ibu mendapatkan satu artikel yang memuat seperti ini:
“ Keberhasilan membaca huruf latin pada anak – anak balita bukan berarti anak – anak juga berhasil dalam menulis.   Kemampuan membaca berbeda dengan kemampuan menulis.   Jika kemampuan membaca hanya membutuhkan kematangan dan kelengkapan alat – alat bicara, maka kemampuan menulis memerlukan kelengkapan alat gerak untuk menulis (tangan) dan kematangan gerak motorik halus.   Kemampuan menulis untuk anak usia 4 – 5 tahun memerlukan metode tersendiri.   Suatu metode yang menjadikan anak tidak mudah putus asa ketika belajar menulis.  Metode yang tanpa terasa akhirnya anak – anak menguasai kemampuan menulis berbagai kalimat bahkan dengan tulisan tegak bersambung sekalipun. “

 

Akhirnya Ibu mendapatkan pencerahan dan melakukan searching lagi di Google untuk mencari buku yang tepat untuk mengajari Ira menulis.   Bertemulah Ibu dengan referensi “anak islam trampil menulis huruf latin  “.

Sekali lagi Ibu memanfaatkan belanja Online untuk mendatangkan buku ini ke rumah, dan kali ini buku ini hadir tepat waktu 2 x 24 jam dari transfer dana.

 

Ternyata , kali ini Ibu baru menyadari kelemahan pembelian buku di toko Online.  Kita hanya mengandalkan referensi, testemoni, resensi pendukung, tapi tidak bisa menelaahnya lembar per lembar, amat berbeda bila kita ke toko buku Offline, seperti Gramedia, Gunung Agung atau toko buku lainnya.

 

Setelah membaca buku ini, Ibu memahami  bahwa ternyata memang benar,  ada  anak yang sudah jago membaca tapi tidak bisa membuat tulisan, sehingga buku ini mengajarkan itu semua.    Di buku ini  belajar menulis diawali dengan  membuat garis lurus, garis ke samping, garis miring sehingga motorik halusnya akan terasah, kemudian  cara membuat abjad secara lengkap  akhirnya menulis kata dan kalimat.

 

Sedangkan kasus Ira berbeda, Ira sudah pintar membuat tulisan , bahkan  tulisan Ira lebih bagus dari tulisan Sigit yang sudah kelas 3.

 

Walaupun begitu Ibu tetap dapat memanfaatkan buku ini  untuk melatih tulisan tegak sambung Ira,       selain itu memang Ibu amati Sigit yang sudah kelas 3 pun tidak juga pintar menulis tegak sambung.          Padahal tulisan tegak sambung buatan Ibu sangat baik dan bagus, mungkin karena SD Ibu dulu memiliki jam belajar “ menulis halus kasar”  sejak kelas 1 sd kelas 6, dengan menggunakan pensil, pulpen dan akhirnya pena yang menggunakan tinta.         Sekarang menulis indah itu pun dapat menjadi mata pencarian di beberapa penulis di sepanjang jalan kantor Ibu di Pasar Baru – Jakarta.

 

Malam itu, Ira pun berbisik ke Ibu saat akan tidur,  “Ibu , Ira les lagi deh .. biar diajarin Bu Guru cara menulis yang benar …. Ibu Guru kan sering mendikte .. nanti kalau salah biar dibetulkan sama Ibu Guru. “

 

Ibu hanya tersenyum haru, mengingat Ira sudah berjanji dengan dirinya untuk tidak les kalau sudah bisa membaca dan itu 6 bulan yang lalu.    Sekarang dia memberikan solusi untuk masalah yang dihadapinya.

Mudah-mudahan dengan banyak  latihan menulis serta membuat tulisan  dengan metode dikte yang menjadi salah satu metode menulis di sekolahnya, lambat laun Ira dapat menulis kata dengan lebih baik.

Phase seorang anak balita pun terlewati satu , membaca
Sekarang menulis.
Seharusnya ini bisa dilakukan secara bersamaan dan memang disekolah Ira , membaca , menulis dan berhitung dilakukan paralel.

 

Belakangan Ibu  melihat ada kelemahan pada tata belajar Ira, ntah siapa dan bagaimana penyebabnya, tapi Ira seolah – olah  kehilangan bunyi terhadap abjad.

 

Contohnya :
A     B     C    D     E     F     G     H         I     J     K     L     M

 

Bagaimana  cara Ibu   membacanya ??
a    be     ce     de     e    ef    ge        ha     I     je    ka    el     em
Nah bagaimana cara Ira membaca huruf itu ?
a    ba    ca     da    e     fa    ga    ha     I     ja    ka    la    ma   dst

Semua huruf konsonan menggunakan akhiran “A”

Gawat ini ..
Sehingga kalo mau mendikte jadi repot , misalnya “Adek  coba tulis KUDA “

 

Maka biasanya Ira akan minta dieja , “Ibu hurufnya apa aja ?”

 

Ibu pun mengatakan :  Ka -U – De- A

 

Dan apa yang ditulis Ira ??
“KUDeA”

 

“Lah Adek apa ini “  ?? sembari Ibu memeriksa  seraya membetulkan tulisannya menjadi  K-U-D-A

Yah Ibu harusnya bilangnya : Ka – U – Da – A

Aduh !!

 

 Kalo LEMARI apa aja dek hurufnya ??

La – e – Ma – A – Ra – I

“Adek .. yang benar itu :  el – e – em – a – er – i

 

Akkhhh Ibu yang salah !    Irapun ngambek sambil melempar pensilnya dan meraih remote nonton Handy Manny di Disney Junior

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.