Tadi malam Sigit dan Sahira ikut belanja bulanan dengan Ibu ke Ceria Mart. Haiyaa belanja kok dekat amat sih ??? Ada beberapa alasan :
(1) Tanggal 1 jatuh pada hari Selasa
(2) Ibu tiba di rumah jam 20.00
(3) Ibu dan Ayah naik motor
Tiga alasan diatas sudah cukup mewakili kenapa kita belanja di toko kecil di dalam kompleks. Selain alasan yang paling utama .. Ibu alergi macet dan kemaleman. Menurut Ibu kalau 2 hal itu bisa dihindari kenapa tidak ??
Ada yang bilang jika belanja di Hipermarket seperti Giant, Carrefour, Hipermart, harganya lebih murah. Jawaban Ibu .. jika kita belanja hanya 2 – 3 item barang maka tidak banyak yang dihemat kecuali kita belanja 500 ribu – 1 juta rupiah mungkin total penghematan dibandingkan dengan membeli di Alfamart, Indomart, Ceria Mart selisihnya kurang lebih 10.000 – 50.000
Tentu saja selisih itu tidak sebanding dengan bensin, waktu, energi dan tentu saja biaya pendukung lainnya seperti beli jajanan, coin untuk timezone , belum lagi jika Sigit dan Sahira tidak bisa diajak kompromi .. karena ngotot harus dibelikan mainan atau buku.
Kecuali jika kita memang sudah niat rekreasi ke Mall … trend tempat wisata penghuni kota adalah Mall bukan kebun binatang, bukan kebun bunga , bukan pantai dan bukan hutan . Dan tentu saja jika niatnya rekreasi sudah pasti Ibu sudah siapkan budget rekreasi … selain dari budget belanja bulanan.
Kali ini karena Ibu berencana membeli beras, maka Ayah mengeluarkan mobil hi hi hi … perjalanan 500 m kita menggunakan mobil. Hmmm sepertinya siap di demo oleh member of Global Warming’s Club. Tapi gimana ya .. jika naik motor dengan SIgit, Sahira, Ibu, Ayah, beras dan beberapa kantong plastic … hmmm jelas tidak nyaman dan aman. Inget kan dulu kantong beras Ibu pernah jatuh dari cantelan di motor ?? Terus pernah pula karena Ibu lebih berkosentrasi menjaga keseimbangan duduk sembari memegang kantong belanja akhirnya sandal Sigit malah terlepas di jalan ??
Sigit menunjukkan perilaku yang santun … hanya mengambil Indomilk kecil rasa coklat, 2 stik Mogi2, 1 kotak Nyam-nyam dan 1 kotak Combi Kids. Maklumlah biasanya Sigit pasti ngotot dibelikan mainan, ataupun permen dan es krim. Jika Ibu melarang Sigit langsung marah-marah, teriak-teriak dan nangis, bahkan dulu ketika lebih kecil lagi Sigit mengambil posisi duduk di lantai Ceriamart dan nangis sambil menggerak2kan kaki. Hi hi beberapa Ibu biasanya kalah jika anaknya mengambil posisi ancaman seperti itu, tapi hal itu tidak pernah berhasil menaklukkan Ibu, karena Ibu juga akan mengambil posisi ‘pura-pura tidak kenal dgn Sigit’ sehingga Sigit akhirnya menyerah sendiri dan pasrah keinginannya tidak dipenuhi.
Oh ya saat Ibu tidak protes dengan belanja pilihannya Sigit, tiba tiba keluarlah jurus rayuan, “Ibu, jika Sigit besar nanti .. Uang Ibu akan Sigit ganti deh .. Gantinya nanti banyak sekali “
Amin .. anakku sayang ..
Hanya saja kali ini Sahira yang bikin ulah, Sahira ngotot minta dibelikan 1 bungkus permen Fruittella …. Wah wah tahu sendiri kan Ibu paling alergi melihat kalian makan permen, chiki, frutang dan coklat batangan. Usaha Ibu mengembalikan permen itu ke tempatnya membuahkan tangisan dan jeritan Sahira. Akhirnya Ayah sok pahlawan gitu deh .. mengambil bungkus permen dan memasukkannya ke keranjang belanjaan Ibu. Sahira dengan mata yang masih berlinang terlihat tersenyum melihat tindakan Ayah.
Ugh ..
Oh ya Sigit juga melakukan kekonyolan kecil, karena merasa sudah 6 tahun. Sudah naik ke kelas TK B. Sigit tidak mau dibelikan susu Dancow 5 +. Karena bukan 5 tahun lagi. Sigit mengambil Frisian Flag (Susu Bendera) yang bertuliskan 4, 5, 6 .
“Hmmm ini susu yang cocok untuk Sigit .. lihat kan ada angka 6 nya .. Ini susu untuk anak umur 6 tahun !!! Ibu sih gak ngerti ! “
Weleh weleh … katanya pinter baca kan di kotak Dancow 5 + tertulis dibawahnya dalam tulisan yang agak kecil Untuk 5 sd 12 tahun.
Tapi Ayah sih seneng karena ternyata Frisian Flag (4 5 6 ) ukuran 400 gram lebih murah daripada Dancow 5 + untuk ukuran yang sama. Bedanya hampir 8000. Hmm penghematan nih .. tapi Ibu belum yakin sebelum Sigit malam nanti mencicipinya .. karena jika tidak lolos quality control Lidah Sigit … alamat susu ini tidak dihabiskan.
Namun, sebungkus permen Fruitella berisi 25 buah, berakhir tanpa pernah masuk ke kantong plastic belanja Ibu .. karena dengan satu sulapan kecil .. permen itu pindah ke pojokan kasir.
Hanya saja malam hari sebelum tidur, tiba tiba Sahira inget dan bertanya, “ “Permen Ira mana ?? “
Kata Ibu sambil mengantuk , “di dapur di kantong plastik “
Sahira turun dari tempat tidur menuju dapur dan membongkar2 kantong plastik . Balik lagi ke kamar , “Enggak ada tuh “
“Hmmm .. kayaknya sudah dimakan tikus deh “
Sahira naik lagi ke tempat tidur, “Tikus suka frutella juga ya ?”