Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2008

Sigit berbintang Sagitarius, menurut buku astrologi bahwa mereka2 yang dinaungi rasi ini berjiwa petualangan dan senang mengunjungi tempat2 baru.  

 

Dan sejak kecil Sigit dan Sahira sudah menunjukkan perilaku itu. 

Saat umur 3 tahun Sigit sudah berani pergi ke rumah Mbah hanya berduaan dengan Ayah naik bis Sumber Alam.   Kalau untuk perjalanan pendek naik motor sudah lebih sering lagi misalnya ikut Ayah ke Arisan di Kemayoran ataupun berenang di Sunter Pluit janjian dengan  Mbak Ria dan Mas Rio.

 

Kali ini Ayah ada agenda acara ke Kutoarjo yaitu  mengantarkan mobil Pakde Warto  yang dibeli di Bekasi serta menghadiri acara khitanan Mas Dani (anaknya Pakde Warto)  yang akan dilakukan hari Jumat sore ini.   Rencana awal kita sekeluarga akan berangkat ke Kutoarjo menggunakan mobil Pakde Warto dan pulang hari Minggu naik kereta api.  Namun karena Ibu terserang batuk yang tidak sembuh2 sejak pulang dari Medan, maka terpaksalah yang berangkat hanya Ayah dan Sigit.   Tadinya Ayah mau mengajak Adek Ira juga, tapi Ibu tidak izinkan karena Ira masih terlalu kecil untuk mengerti kedisiplinan dalam berkendaraan. Takut  kolokannya kambuh dan dia minta dipangku Ayah sepanjang perjalanan … wah bisa kacau kan jika di jalur pantura kosentrasi Ayah mengendarai mobil terpecah karena sambil mengasuh anak.

 

Sengaja Ibu dan Ayah pulang lebih awal dari kantor sehingga Ayah nanti sempet tidur dulu karena keberangkatan direncanakan pukul 23.00 bbwi.  Ibu sudah belikan Sigit 1 susu kotak Indomilk , 2 susu bantal, 1 kotak astor dan 1 bungkus biscuit crackers.   Juga 1 ikatan apel (isi 5 buah).   Semuanya untuk bekal Sigit di jalan.

 

Lucunya waktu malam hari, Sigit tidak sabar lihat Ibu yang belum mengepak baju Sigit ke koper dan akhirnya Sigit memilih baju yang akan dibawa dan hasilnya rumah kita jadi berantakan, karena Sigit tidak mau merapihkannya kembali.  Padahal Ibu bukan tidak mau mengepak hanya saja karena Ira belum tidur , takutnya dia jadi pengen ikutan ngepak juga, apalagi Ira kan tidak tahu kalau dia tidak boleh ikut.   Akhirnya benar, Ira pun ikutan mengambil ransel dan mengepak baju untuk bepergian 3 hari.

 

Herannya malam itu kalian berdua susah sekali diajak tidur.   Bolak balik dari kamar Ibu , ke kamar Ira (Ayah tiduran di kamar Ira ), ke kamar Mbak Murni .. Gak capek-capek padahal udah dikasih susu 2 botol biar bisa anteng .. Heran deh apa Sigit takut ditinggal kalau ketiduran ?? atau Ira merasakan bahwa Sigit akan pergi jalan2 ??? Berduaan sibuk main crayon … baca buku …… menggambar … akhirnya main sandiwara boneka.  Padahal Ibu di pojok tempat tidur sedang sibuk berdamai dengan batuk yang tiada henti. 

 

Jam 2 , Ibu terbangun karena mendengar Ayah sedang mengambil pakaian di lemari. Wah ternyata Ibu sudah ketiduran cukup lama ,terakhir melirik jam pukul 23.15 dan kalian masih asik2nya .. kira kira siapa yang duluan tidur diantara Sigit dan Ira ??

 

Pukul 2.35, Sigit diangkat Ayah dari tempat tidur diletakkan di jok nomor dua yang  lega laksana tempat tidur kedua.    Sigit pun terbangun dan bertanya , “Crayon Sigit mana ?”.  Tenang Git, udah Ibu masukkan dalam ransel Sigit bersama 2 buku mewarnai, pulpen dan duit jajan Rp 1000.   Ibu juga bilang kalau Ibu sudah belikan bekal di jalan untuk Sigit.  (Walaupun pagi tadi Mbak Murni bilang kalau apelnya ketinggalan di kulkas)

 

Eh ternyata saat mau berangkat, Sigit malah minta pindah duduk di depan di sebelah Ayah dengan tanda tanda mengantuk yang sudah hilang. Wah wah Sigit sudah siap2 untuk berpetualang nih …

Bye bye my boy .. Ntar di Rumah Mbah jangan nakal ya, nurut sama Ayah, jangan jajan Chiki, gak boleh makan permen, dan harus rajin makan.

 

Iklan

Read Full Post »

Kado Untuk Ibu Guru TK

Kemarin siang, Ibu ngabur di jam istirahat ke Pasar Baru. Ngapain siang2 harus makan jauh2 ke Pasar Baru , padahal di kantin makanannya enak2 juga tuh.

 

Karena Ibu harus mencari kado untuk Ibu Yus , guru TK Sigit, dimana besok (26.06.08) Sigit akan mendapatkan raport.  Hore akhirnya Sigit bisa naik kelas dari TK A menjadi TK B.

 

Ntah tradisi dari mana .. ternyata ketika terima Raport kenaikan kelas, tiap wali murid memberikan hadiah kepada Ibu Guru.   Seingat Ibu waktu TK dan SD, Ibu tidak pernah memberikan hadiah apapun ke Ibu Guru.  Mungkin karena Ibu menjalani TK dimana ketua Yayasannya adalah Nenek dan TK Ibu itu isinya anak2 pejabat dan  pegawai di Pemda Binjai.   Kejadian lucu terjadi saat Sigit terima raport Playgroup, karena pembagian rapor di hari kerja dan saat itu Ibu harus ikut rapat pagi hari di kantor Jakarta, maka diwakilkan kepada Mbak Murni.    Malam hari saat Ibu pulang, Mbak laporan bahwa raport tidak jadi diambil , karena Ibu tidak meninggalkan uang Administrasi pengambalian raport sebesar Rp 10.000 dan tidak ada KADO.   Mbak Murni malu kalau tidak ikut memberikan Kado karena Ibu2 lainnya membawa sesuatu untuk Ibu Guru.

 

Akhirnya Ibu mengambil raport 2 hari kemudian pada hari Sabtu dengan membawa 2 kado untuk kedua guru Playgroup Sigit yang berisi baju tidur.   Tentu saja ibu belikan juga kepada guru informal Sigit di rumah  yaitu Mbak Murni.

 

Ayah tentu saja tidak setuju dengan tradisi itu, karena katanya Ibu Guru kan sudah mendapatkan gaji dan juga kita sudah bayar uang SPP.  Tapi Ibu bersikeras bahwa ini adalah bentuk terima kasih dari orang tua kepada seseorang yang telah membimbing, mendidik dan mengajar banyak hal kepada anaknya. 

 

Apalagi sekarang di TK A pada bulan Mei akhirnya Sigit sudah bisa membaca lumayan lancar .. Sigit tidak tahu  betapa terharunya Ibu saat kita liburan Juni lalu di Medan , Sigit membaca semua tulisan di sepanjang jalan.   Betapa Sigit membuat Mami  Nia terpesona dan Mama Wardi terheran2 karena Sigit yang selalu aktif, yang suka usil ke Adek Ira, yang masih suka kolokan .. membaca tulisan yang ada di Angkot … Bere Bayang ..

 

Kali ini Ibu berniat membeli baju tidur , tapi Ibu terlalu cepat ke Pasar Baru padahal pedagang Kaki Lima belum menggelar dagangannya.  Kemudian jalan terus ke Metro dan Ibu mendapatkan tas yang rasanya cocok untuk Ibu Guru , pulangnya singgah di Melati untuk mencari kertas kado, Ibu ketemu 1 set perangkat gelas yang lucu dan unik gambarnya.   Tiba tiba .. Ibu pikir lebih baik kasih perangkat gelas saja … dan tasnya untuk Ibu.  Hahahahah .. jangan jangan Ibu beli gelas karena sebenarnya kepengen tas yang tadi ya ???   Untungnya lagi di Melati , ada bagian pembungkusan kado, sehingga gelas tadi sudah rapih ketika Ibu bawa pulang ke rumah.

 

Saat di kantor, curhat ke temen2 seruangan .. ternyata mereka pun memang melakukan hal itu sejak TK dulu .. wah wah wah .. berarti saya yang TK di tahun 79 ketinggalan informasi tentang tradisi ini … Yudi cerita paling seneng kalau dikasih duit, Loh kok ?? Rupanya Ibu Yudi bekerja sebagai guru SD  dan saat terima raport murid2 Ibunya memberikan hadiah dan sampul ampaw.  (catatan : di ruangan yang usianya kepala 3 uma saya doang .. yang lainnya antara 19 – 25 tahun )

 

Ibu  jadi inget dulu waktu SMP dan SMA, khusus untuk wali kelas, kami mengumpulkan uang untuk membelikan sesuatu kenang2an ke Bapak/Ibu Wali kelas.

 

Ternyata mental memberi hadiah kepada seseorang sudah tertanam dari kecil, panteslah KPK pusing memberantas penyakit KKN J

 

 

 

Read Full Post »

Older Posts »