Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober, 2008

Saat perjalanan di Nagrek, Sigit membuat laporan mengejutkan bahwa Gigi di bagian bawah goyang !

 

Komentar pertama Ibu adalah “Sigit jatuh dimana ?? “

 

Maklumlah Ibu kurang yakin bahwa telah tiba masanya Gigi Susu Sigit mulai tanggal.

 

Ibu jadi ingat kisah tumbuhnya gigi pertama Sigit :

Waktu itu , Nya’ Isah selaku pengasuh pertama Sigit mendadak mengundurkan diri, pada saat itu usia Sigit  5 bulan 3 minggu.  Karena berhentinya mendadak Ibu tidak bisa mendadak ambil cuti di kantor.  Terpaksalah hari pertama Ibu menelfon Bibi Tengah (Kakak Ibu yang di Pekayon) menjadi tempat penitipan.  Anak bibi Tengah yang paling kecil , Kakak Yessy waktu itu kuliah tingkat I, jadi kebayangkan bahwa Bibi cukup lama meninggalkan profesi sebagai pengasuh anak.

 

Sore hari jam 4 Ibu dan Ayah jemput Sigit ke Pekayon.

Aman dan terkendali kata Bibi Tengah

 

“Jadi besok masih bisa dititip kan ?? Soalnya pengasuh baru berangkat besok sore dari Purworejo ”

 

“Oke .. tidak masalah , “jawab Bibi Tengah, “Sampai besok Sigit!”

 

Besok pagi jam 07.00 Sigit sudah berada di rumah Bibi Tengah .   Dan ketika  Ibu baru tiba di kantor jam 08.30, Bibi Tengah telfon dengan suara panic , “Titin .. Sigit rewel banget … Nangis tiada henti ..Udah digendong masih  gak anteng “

 

Waduh .. kata Ibu … “Kak, rayu dikitlah ya .. sejam lagi aku keluar dari kantor. Mudah2an tidak macet ! “

 

Ternyata tiap 15 menit Bibi Tengah telfon dan Ibu bisa mendengar suara tangisan Sigit dari hp Bibi Tengah. Akhirnya jam 11.30 Ibu “yang hanya isi absen di kantor dan ngacir lagi “, tiba di rumah Bibi Tengah.  Setelah itu Ibu memanggil taksi dan kita pulang ke rumah Alinda.  Maklumlah rumah Bibi Tengah sudah berantakan , karena beliau sibuk mengerahkan segala benda untuk menenangkan Sigit, yang ternyata tidak berhasil juga.

 

Sore itu Sigit demam sehingga Ibu membawa Sigit ke RS Hermina  Bekasi.

Ternyata kata DSA , “Selamat ya Bu .. Sigit mau tumbuh Gigi ! Tuh liat di Gusi bagian bawah udah keliatan putih-putih kan ??? “

 

Ya Ampun … ternyata rewel karena mau tumbuh Gigi.

Tapi kok cepat banget ??

Selaku Sigit adalah anak premature, umur 5 bln 3 mg, menurut Ibu seharusnya belum saatnya tumbuh Gigi.   Kata DSA, hal ini bisa terjadi jika saat hamil Ibu banyak mengkonsumsi kalsium.  “Kayaknya ada benarnya juga sih, Ibu selama hamil hanya minum susu dan CDR   “ 

 

Selang seminggu tumbuh lagi Gigi Kedua dan Ketiga juga di bagian bawah dan setiap kali Sigit agak rewel dan panas.   Namun setelah itu , seperti balapan, tiba tiba dalam usia 1 tahun semua Gigi telah tumbuh, tanpa ada kehebohan saat kemunculan Gigi selanjutnya.

 

Nah sekarang 5 tahun kemudian di saat usia Sigit 5 tahun 10 bulan, Gigi yang dulu pertama tumbuh , akhirnya tanggal ! 

 

Peristiwa tanggalnya juga tidak disaksikan Ibu.

Waktu itu hari Pertama Idul Fitri, Sigit ikut Pak De Warto untuk main ke rumahnya.   Sewaktu Sore hari mendadak gigi itu copot dengan sedikit darah.  Sigit langsung melapor ke Mbak Rika (anak Pak De Warto).  Mbak Rika memberikan tisu untuk menghapus darah yang ada di gusi.  Lucunya sesudah itu Sigit minta tisu ke dua  ke Mbak Rika sebagai wadah tempat Gigi yang copot , “Buat dipamerin ke Ibu.  Biar jadi bukti Giginya copot ! “

 

Sayangnya si Tisu itu yang tadinya Ibu masukkan ke dompet mendadak tidak ada lagi disana.  Kalau menurut tradisi Gigi bawah harus dibuang ke atap biar tumbuhnya bagus .  Kalau Gigi Atas harus ditanam ke bawah agar tumbuhnya bagus.

 

Lah ini gigi bawah hilang mendadak , lantas apakah Gigi itu nantinya akan tumbuh bagus ????

 

 

Iklan

Read Full Post »

Duo Gitaris

Ibu masih tergiang-ngiang tangisan Ira di hari terakhir di rumah Mbah ketika tidak diizinkan Ayah membeli gitar. 

 

Waktu kita nemenin Ayah beli baju putih di Metmal – Bekasi, tepat disebelah kasir  lt 2 merupakan counter yang menjual peralatan olahraga dan peralatan musik.  Dipajanglah beberapa gitar besar dan gitar ukuran kecil.

 

Sigit langsung teriak, “Ibu , Sigit mau gitar kecil kayak Sumi”

 

Sumi adalah nama gadis kecil dari kampung yang bersebelahan dengan kompleks Alinda.    Sewaktu  bayi Sigit dijemur  di halaman rumah , Sumi pernah singgah untuk mengamen dengan bermodalkan tepuk tangan dan diiringi lagu yang tidak jelas.   Nenek waktu itu memberikan uang lima ratus padahal pasaran untuk tukang ngamen tidak professional sekitar 100 rupiah.  Beberapa hari kemudian saat melewati depan rumah , Sumi minta buah belimbing dan oleh Nenek disuruh memanjat sendiri.   Mungkin ini menjadi kesan tersendiri untuk Sumi.  Selain itu sepertinya Sumi ini punya naluri ‘ke-kakak-an” jadi tiap lewat pasti menyapa Sigit yang masih berusia beberapa minggu.         Sumi selalu menyapa Sigit jika bertemu di depan rumah, “Sigit … “ Kadang berbasa basi , “Sigit sedang apa ?? “  Dan pertemanan ini berlangsung sampai Sigit umur  4 tahun dan seiring Sumi Drop Out di kelas 5 SD serta memutuskan naik tingkat dalam profesi sebagai tukang ngamen.  Sekarang dia ngamen di angkot dan bis kota.  Berangkat jam 9 pagi sd jam 4 sore.  Alat ngamennya pun semakin canggih : batang kayu digantungi 5 tutup botol, botol diisi pasir,  kincringan, gendang dari pipa paralon sampai akhirnya menggunakan gitar kecil dari kayu.

 

Di Matahari Met Mall Ibu lihat harga gitarnya Rp 99.000

Sementara setahun lalu kata Sumi bilang gitar kayu di Pasar Cakung Rp 65.000

 

Hanya saja Ibu merasa belum saatnya Sigit dan Ira menggunakan gitar kayu yang secara harga lebih mahal karena takut bahwa hanya sesaat saja.  Belum serius memelihara dan menjaga mainan yang dibelikan Ibu.  Jangan jangan usianya cuma 2 minggu deh.

 

Untungnya kalian masih bisa memiliki gitar mainan ini, karena Ibu menemukannya di Pasar Baru seharga Rp 50.000 untuk dua pasang.

 

Hmmm .. lihatlah betapa mantapnya gaya kalian berfoto laksana penyanyi rock terkenal J

 

 

 

 

 

 

 

Read Full Post »

Older Posts »