Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2008

Kisah Lanjutan Anting Ira

Ternyata Ira memang layak menjadi kolektor Anting. 

Anting Imitasi Rp 1.000 pun sudah berganti 2 kali .

 

anting-petak1

 

Anting ini berbentuk kubus dengan garis-garis halus seperti kue lapis apalagi jika warnanya coklat ..nyummy pasti bikin laper deh melihat Ira.  Sayangnya  ini berwana orange .  Umur anting ini hanya 12 jam  , jadi dipakaikan pada pukul 7 malam saat bangun tidur jam 7 pagi sudah tidak ada lagi sebelah.

 

 Sehingga keesokan pagi, sebagai pengganti Anting Kue Lapis digunakanlah Anting cabe, maklumlah pagi itu Ira akan mengantarkan Sigit ke sekolahan untuk mengikuti kegiatan  Manasik Haji, Ibu kan tidak mau ada yang menanyakan lagi “Adik Sigit laki2 ya Bu? “ 

 

 

 

anting-cabe-hp

 

Herannya anting ini sudah bertahan 5 hari dan belum hilang.  Sigit sering bercanda dengan Ira bilang gini, “sini cabenya kakak makan.  nyammmmm ” terus seolah – olah telinga Ira mau dimakan.  Padahal tahu sendiri kan Sigit paling gak doyan sama pedas, wong berdekatan dengan botol saus aja langsung merasa kepedesan.

 Sepertinya Ibu akan selalu mendokumentasikan foto Ira dengan Anting model barunya, maklumlah hari ini Ibu telah membeli 3 pasang Anting Imitasi yang murah , meriah dan cantik

 

 

Iklan

Read Full Post »

Sepatu Sandal Baru

Surat dari sekolah TK perihal kegiatan manasik Haji salah satunya adalah :

Bagi Peserta Pria menggunakan Baju Muslim Putih , membawa tali pinggang, tidak memakai kaos dalam, memakai sepatu sandal (jika punya).  Baju Muslim Putih di Sekolah akan diganti dengan Baju Ihram.

 

Ternyata sulitnya setelah Sigit bisa membaca adalah dia minta sepatu sandal.

Kata Ibu , “… Jika Punya.  Kalau Sigit tidak punya artinya boleh pakai sepatu yang dimiliki.”

 

“Sigit mau sepatu sandal, Bu.  Sigit punya yang mickey mouse kan sudah kekecilan.”

 

Kata Ibu, “Kita harus sepakat bahwa jika beli Sepatu Sandal, Sigit tidak boleh jajan di warung mama Ridho selama 2 bulan. “

 

Ternyata karena keinginan yang kuat , Sigit bersedia bersepakat untuk mengurangi kebahagiaannya memilih bekal di warung mama Ridho.

 

Akhirnya Ibu mencari sepatu sandal di Pasar Baru dengan merk Carvil, harganya Rp 94.400 , paling murah dibandingkan merek Homyped.   Rupanya nomor 30 itu hanya tinggal satu-satunya yaitu yang dipajang.  Dan ketika diambil pasangannya dari gudang maka terlihat bahwa yang kiri dan yang kanan beda warna. Maklumlah yang kanan sudah kena debu dan kena jamah.   Untungnya kasir berinisiatif memberikan diskon 10 % untuk sepatu Display tersebut.  

 

Sesaat mau keluar dari Toko, ada sepatu sandal merah jambu yang diskon 50 %.  Walaupun nomornya 29 sementara nomor kaki Ira 28, Ibu ambil saja.  Maklumlah Ira pasti akan iri hati jika hanya Sigit yang bersepatu baru.

 

Sesampai di rumah Alinda, saat dicoba, sudah pasti punya Ira kegedean, tapi dia happy dan pede abis dengan sepatu Merah Jambunya.   Bahkan dibawa ke kamar karena takut pitanya dimakan tikus katanya.    Sementara punya Sigit kekecilan, rupanya kaki Sigit sudah nomor  31.   Hanya saja mengingat acara adalah keesokan harinya dan tidak memungkinkan untuk menukarnya malam ini, maka Ibu bilang ke Sigit untuk mengembalikan sepatu ke kotaknya untuk Ibu tukarkan pada hari Senin. 

2-sepatu

 

Namun Sigit berkeras bahwa nomor 30 juga cukup kok . Mungkin karena takut kalau Sigit tidak menggunakan sepatu sandal dalam acara manasik haji besok.

 

 

sepatu-baru1

 

 

 

 

 

 

Read Full Post »

Older Posts »