Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2009

Apakah iklan hanya membuat anak konsumtif ?
Tidak selamanya loh ..
Iklan bisa juga menginspirasi ..

Contohnya : Iklan Oreo versi Ferdy Hasan dan Keluarga

Sebenarnya Iklan itu dibuat oleh Oreo sebagai counter issue produk mereka salah satu yang mengandung melamin …. Dan Iklannya berhasil kok .. buktinya Ibu pun membolehkan Sigit dan Ira beli Oreo lagi ..

Ada adegan .. cara makannya .. diputer .. di buka .. dijilat .. dicelupin deh si Biskuit Oreo ke dalam gelas susu ..

Suatu ketika Ira ngotot minta susu dalam gelas kaca …
Ibu tidak mengizinkan karena khawatir susunya akan tumpah ..

Tapi Ira ngerengek terus minta susu dalam gelas
Ibu buatkan susu dalam gelas kecil
Ibu letakkan di atas karpet tempat Ira duduk

Ira berlari kecil ke kamar Mbak Murni
Dan keluar lagi membawa sebungkus Oreo

“Ira ambil Oreo milik Mbak Murni ?” tanya Ibu

Ira , “Ini punya Ira .. tadi sore dibeli di Raka “
(Raka adalah anak pemilik Warung –red)

Dengan sigap, Ira mengambil gunting kecil, menggunting bungkus oreo ..
Berlari lagi ke dapur mengambil piring melamin di rak piring , meletakkan biscuit Oreo di piring … Mengambil sebuah Oreo .. Memutarnya .. Menjilat .. dan Dicelupin ke gelas isi susu .. dan

Happp !

 

minum susu pake gelas

minum susu pake gelas

Sambil mengunyah Oreo di mulut ..
Ira pun bertepuk tangan !

Hahahaa .. anak pinter ..

Sementara Sigit tetap tidak mau minum Susu pakai gelas .
Si Sulung ini masih ngotot harus pakai botol … padahal sudah 6 tahun

(bersambung .. si Sulung terinspirasi Iklan untuk minum susu pakai gelas dan belajar naik sepeda)

Read Full Post »

Bermain di Ancol

Ternyata Taman Impian Jaya Ancol memang menjadi tujuan wisata utama di Jakarta dan Impian semua orang untuk bisa mengunjunginya.

 Salah satu yang menjadikan TIJA sebagai wajib kunjungan adalah sepupu Sigit dan Ira dari Kota Malang yaitu Kak Pida, Kak Nur dan Bang Hami. Dalam perjalanan pulang mereka dari Medan ke Malang “dalam rangka menghadiri Pesta Adat Nenek di Limang ‘ , sempet-sempetnya menjadwalkan singgah di Jakarta 3 hari. Padahal Kak Pida dan Bang Hami udah bolos sekolah 3 hari , katanya “gak apa apa digenepin jadi 5 hari “ .

Tgl 29 Januari Kamis sore tiba di Bekasi setelah berjam-jam mengarungi macet dari Bandara Soekarno Hatta

 Tgl 30 Januari – Jumat : Naik KRL ke Mangga Dua, Ke Mesjid Istiqlal, Ke Monas

Tgl 31 Sabtu : Seharian di Ancol

Tgl 1 Februari Minggu : Sebelum subuh udah ke Bandara maklumlah naik Air Asia yang pertama ke Surabaya ..

Setibanya di Ancol udah jam 12 siang, langsung piknik di pantai di Depan Dufan. Sebenarnya tidak tepat di Depan Dufan tapi di sisi belakang dari kompleks Dufan, tepatnya di seberangan Wahana Halilintar. Sembari menikmati makan siang diiringi jeritan pengguna Halilintar … wawww…. Wawww .. suara lengkingan itu sudah mampu membuat Sigit keder.

Menu piknik kita adalah Pecal, Sambal Teri, Ikan goreng (ini jatah Sigit dan Ira yang tidak sarapan di rumah), Mie Goreng , Tempe Goreng dan Agar agar Santan Pandan.

Selesai makan, Ma’Thamrin, Kak Nur dan Bang Hamy menuju Dufan untuk bermain 10 wahana ter”extreme” dan ter”popular”

 Sementara Kak Pida , Mami’Marni, Ibu, Sigit dan Sahira tetap di pantai. Sigit dan Sahira selaku pecinta pasir sejati … sejak tiba di Pantai sudah tidak bisa dialihkan perhatiannya dari pasir dan perangkat pendukungnya. Kegiatan Sigit dan Sahira selama di pantai :

Main gelembung sabun yang bisa berbunyi suara kodok . Permintaan dilakukan dengan rengekan karena tiap ke Ancol pasti ini jadi wajib beli . Harganya perbuah Rp 25.000.

siap menciptakan gelembung

siap menciptakan gelembung

 Beli Ice Cream Walls beli Connelo @ Rp 7.000

Bermain pasir dengan cetakan kue dan centong kayu yang ibu bawa dari Rumah Alinda.

bermain-pasir-di-ancol

Mencoba kereta api yang ada di sebelah pantai, Sigit dan Sahira terpancing karena tiap kereta ini berjalan pasti terdengar suara peluit yang panjang. Padahal kadangkala tidak ada yang menaikinya, tapi secara rutin dijalankan dalam kondisi kosong oleh pengelolanya , mungkin itu dia untuk menimbulkan minat calon peserta.

krl-pantai

Sigit dan Sahira berenang di laut dengan menggunakan bebek sewaan. Harga sewa seharian Rp 5.000. Sigit dan Ira 2 kali ganti model, untung pantainya lagi sepi sehingga si pemilik ban senang hati melayani permintaan ini. Bolak balik antara pantai dan laut. Ibu sempat keder juga maklumlah selain tidak bisa berenang, sepertinya Sigit merasa sudah jago berenang, jadi mainnya cukup jauh .. lama lama air lautnya sudah nyaris mencapai pinggang Ibu.

bebek2-di-ancol

Jam 5 Sigit dan Sahira sudah Ibu mandikan di pancuran , sudah pakai baju yang kering dan bersih , sudah pakai minyak telon, ternyata sms Kak Nur bilang, “masih 1 wahana lagi .. udah ngantri nih … paling magrib udah selesai”

Disaat itulah Sigit dan Sahira menuntut ember pantai hal ini terpaksa Ibu belikan karena saat itu ban sudah ditarik oleh pemiliknya mengingat cuaca yang sudah mulai mendung. Tuntutan pembelian perangkat bermain pasir dilakukan karena mendadak Sigit dan Sahira mengaku tidak dapat menemukan perangkat pasir yang Ibu bawakan dari rumah. Satu set Perangkat itu terdiri dari ember, 3 aneka sekop dan garukan pasir , 2 cetakan berbentuk kepiting dan kerang, 2 cetakan benteng istana harganya Rp 25.000. Ternyata salah besar .. Sigit dan Sahira sibuk mengangkut air menggunakan ember kecil dari laut menuju lubang pasir yang sudah digali.

ambil-air-di-pantai

Padahal waktu mau pulang mendadak semua alat itu muncul. Ternyata ditemukan oleh Kak Pida sudah dikubur cukup dalam” Kayaknya ada unsure kesengajaan nih

Terpaksa deh mandi lagi di pancuran. Kali ini gantian Kak Nur dan Bang Hamy menungguin Sigit dan Sahira selesai bermain air di pancuran.

Sebelum pulang di parkiran, Sigit dicegat oleh boneka pantai yang menjual chiki, akhirnya dibeli deh Rp 20.000, padahal seharian tadi Ibu berhasil mengalihkan perhatian Sigit dan Sahira dari makanan ‘tak jelas’ ini .

Walaupun Sigit dan Sahira berniat menikmati chiki, tetap saja sebelum mobil berangkat, Ibu menyiapkan susu coklat dalam botol. Ternyata tepat seperti dugaan Ibu, sembari menikmati susu , belum mencapai pintu keluar Sigit dan Sahira sudah lelap tertidur.

Hari yang menyenangkan.

Read Full Post »

Older Posts »