Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2009

Lulus di SDIT Al Muchtar

Waktu Sigit belum sekolah playgroup dan saat Ibu baru pindah ke Alinda, Ibu sudah jatuh simpati dengan SDIT Al Muchtar… apa penyebabnya ?? Karena salah satu seragamnya adalah warna ungu kotak kotak … 

 

                 Alasan yang aneh ya ?

 

Seiring waktu berjalan, niat menyekolahkan Sigit di sana mengundurkan dan sampai pada titik bahwa SDIT itu bukan pilihan pertama …  

 

Ibu pernah berniat menyekolahkan Sigit di SD Negeri dan sisa waktu serta penambahan kapasitas pengetahuan yang lain akan diimbangi dari aneka kursus.  Bayangkan Ibu sudah punya tabel jadwal Les yang harus diikuti terdiri dari hari , jam dan biaya per bulan termasuk pendaftarannya. 

 

Les Sigit antara lain : TPA , Les Bahasa Inggris, Les Sempoa, Les Piano, Les Renang dan Les  Tenis Lapangan.  

 

Namun ide ini jadi patah ditengah jalan dengan kehadiran Ira  dan Ibu hanya punya satu asisten rumah tangga , dimana Mbak Murni pun tidak bisa mengendarai motor.  Kalau mengandalkan ojek untuk aneka kursus .. kok dihitung-hitung mahal transportasinya ya ..  

 

Kemarin Ibu pun sudah mendaftarkan Sigit di sekolah Swasta (yg 6 hari belajar)  , tapi akhirnya tidak jadi ikut tes disana … gara gara hal sepele , “Ibu mendengar gossip tentang Ketua Yayasannya terlibat selingkuh “    Mendadak Ibu tidak respek dengan sekolah ini , tidak kebayang bagaimana karakter anak didik yang dipimpin oleh seseorang yang tidak mencintai kehidupan keluarganya ….  Dan Ibu terpaksa kehilangan sejumlah uang akibat tidak bisa ditarik kembali  uang formulir tes dan angsuran pertama biaya pendaftaran.     

 

Pilihan lain adalah SDIT dan di sekitar Bekasi Utara ada 4 pilihan , SDIT Taufiqurrahman, SDIT Bani Saleh 4 , SDIT Avicenna dan SDIT Al Muchtar. 

 

Resiko sekolah di SDIT adalah waktu pembelajaran yang panjang (kelas 1& 2 – 07.15 sd 14.00  , kelas 3-6 – 07.15 sd 15.00) karena sekolah ini menganut 5 hari pendidikan , Sabtu adalah libur ataupun hanya untuk ekstrakurikuler.       Tentu saja akhirnya disertai dengan acara makan siang di sekolah … Ini pun akan menjadi cerita sendiri bagi Ibu dalam mempersiapkan bekal makan siang …   

 

Belum – belum Mbak Murni udah komentar bahwa dia tidak mau terlibat dalam penyediaan bekal makan siang dan urusan antar jemput sekolah, mengingat beliau harus double job dengan mengurus Ira yang batita …   

 

Ibu sih iya in aja permintaan Mbak Murni .

 

tenang Mbak … masih ada fasilitas catering di sekolah dan jaringan per ojek-an Ibu cukup luas di Alinda …  

 

Dengan segala pertimbangan serta mengapresiasi  masukan dari Ayah, tetangga, teman2Kantor Ibu, Orang tua dari teman2 TK Sigit dan hasil observasi ke 4 SDIT akhirnya Ibu mendaftarkan Sigit untuk mengikuti tes di SDIT Al Muchtar. Tanggal 2 April 2009, Ibu mendaftarkan Sigit ke SDIT Al Muchtar dan mendapatkan nomor peserta ujian 126. 

 

Tibalah hari Sabtu, tanggal 4 April 2009, Ibu bersama Sigit berangkat menggunakan motor ke SDIT Al Muchtar … secara jarak ini menjadi jarak tempuh terjauh Ibu, bayangkan melalui Jalan Raya Kaliabang Tengah yang juga menjadi jalur utama Angkot 15 A … hiiii syerem ….  

 

Malam harinya Sigit sudah diwanti-wanti sama Ibu , bahwa jika ada perintah mewarnai sesuatu, ingatlah untuk menggunakan crayon yang tepat .. karena hasil mewarnai dan pilihan warna menjadi salah satu penilaian. 

 

Begini ceritanya :

Ketika mengambil hasil Raport Semester 2 di TPA, Mbak Murni yang saat itu mewakili Ibu , dikomplain oleh Ibu Ella (guru TPA) .

 

“Mbak … Sigit ini kenapa ya ?? Kok bisa bisanya mewarnai seluruh gambar ini dengan satu warna?” 

 

Lembar soal untuk mewarnai merupakan  Gambar Anak Perempuan dengan gaun dan jilbab sedang berdiri bersama anak lelaki yang berbaju koko dan berpeci di halaman sebuah Sekolah.  Di Halaman itu terdapat pohon besar dan pot berisi bunga. 

 

Sigit mewarnai seluruh gambar dengan satu warna yaitu PINK ! 

 

(bagaimana kisah tentang Sigit dan One Colour on the Paper ?? nantikan di posting berikutnya)  

 

Pukul 08.00 para Orang tua murid disuruh berkumpul di Aula lantai 1 untuk mendapatkan pengarahan dari Akademika Al Muchtar, sementara calon murid menjalani tes di Lantai 2 .   Sigit berada di ruang ujian 1 bersama 3 temannya yang berasal dari Darul Hikmah, ada Sekar, Dinda dan Rangga.  

   

Metode pembagian kelas saat ujian adalah digabungkannya anak – anak yang berasal dari TK yang sama.    Hal ini menyebabkan ada rasa nyaman , aman dan kemudahan adaptasi bagi si Anak … Good Idea  

 

 

 

 

di ruang tes

di ruang tes

Karena di SDIT yang lain ternyata pembagian dilakukan atas dasar nomor pendaftaran dan terbukti ada anak yang tidak bisa menyelesaikan tes karena keburu tidak mood dan stress karena merasa sendiri di lingkungan yang asing , bersama guru yang tidak dikenal.

 

 

Ternyata pukul 10.30 Sigit sudah turun mencari Ibu padahal Ibu belum selesai acaranya.  Selisih waktu ini menguras duit itu 5 lembar seribuan untuk jajan Sigit. 

 

Pengumuman dilakukan 1 Minggu ke depan, Sabtu 11 April 2009. 

 

Kali ini untuk pengambilan pengumuman Ibu mengajak Ira juga .. kasian di rumah melulu .. menunggu agak lama karena pemberian amplop hasil dilakukan secara perorangan … Ruangan tempat penyerahan hasil adalah sama dengan ruangan ujian Sigit. 

 

Dan hasilnya : SIGIT DITERIMA  

 

Alhamdulillah …

 

Mudah-mudahan Sigit betah dan menyukai pola didik dan pembelajaran di sini.

 

Insya allah Sigit bisa menjadi anak yang sholeh dan terpelajar.

 

Amin  amin ya robbal alamin.

 

(tapi setiba di rumah saat difoto dengan surat pemberitahuan .. kenapa wajah Sigit stress gitu ya ?? ) 

   Surat Kelulusan

Surat Kelulusan

 

 

Iklan

Read Full Post »

09042009

Sigit ternyata pendukung 31 !

Karena iklannya membuat bintang dari jari

Sangat inspiratif untuk seorang anak kecil

 

Sementara sahabatnya Dafi pendukung PKS .. karena jujur , bersih dan professional.

 

Bagaimana dengan Ira ??

Pokoknya yang gak ada huruf R !

Selaku dia anak cadel .. pusing jika harus menyerukan DemokLat .. HanuLA, Gelinda .. herannya PKS yang tidak ada huruf R , juga merepotkannya .. TPS ..

Tapi ketika ingin menyebutkan TPS (singkatan Tempat Pemungutan Suara)  maka Ira akan meneriakkan KPS …  Sungguh mengkhawatirkan …

 

Tapi kenapa kalau bilang GolkaR … bisa muncul sedikit sengau R R R diujung lidahnya ??? Mungkin karena R pada Golkar terletak di belakang … bukan ditengah.

 

Gaung pemilu cukup merasuk Sigit

Apalagi dengan sms KPU yang bolak balik masuk ke hp nya ..

Tentu saja karena Nomor HP Sigit terdaftar dengan KTP Ibu .. Jadi sudah pasti dianggap sebagai salah satu calon Pemilih …

 

Malam hari , sebenarnya Ibu berniat datang pagi sekali, bercita – cita menjadi orang pertama yang menConTreng … tapi apa daya kita terlambat bangun karena bermain “Injit Semut “ sampai larut malam.     Alhasil tanggal 9 April 2009, Sigit dan Ibu menuju TPS pukul 08.45 bbwi.

 

Saat mengisi daftar hadir dan menyerahkan undangan, Ibu mendapatkan nomor 90, sementara ketika itu pemanggilan baru pada nomor urut 43.   Menunggu sebentar, main facebook … akhirnya Ibu putuskan untuk pulang dan sarapan dulu , mengingat di lokasi TPS tidak tersedia tempat duduk yang layak untuk pengantri.

 

Sigit yang sibuk dengan sepedanya ..  hilir mudik bersama teman-teman kecilnya.

 

Kurang lebih pukul 9.45 mama Yofa tetangga kita yang mendapatkan nomor urut 68 telah tiba di rumah dan menyempatkan diri memanggil , “Ibu Sigit, saya udah pulang nih .. siap siap loh !”

 

Tetangga yang baik .

Pukul 10.00 Ibu kembali ke TPS dan menunggu 2 nomor , tibalah giliran kita.

 

Kita ???

Ibu aja lagi ..

Ternyata memang benar kita !!!

 

Karena Sigit Ikut mencontreng !

 

Ya iyalah , Sigit yang aktif dan sudah bisa membaca …

Merasa tidak nyaman melihat Ibunya mencontreng si Sudut Kanan Atas

Kapan Ibu mencontreng  Bintang Segitiga ??

 

Sigit mulai menarik-narik kertas yang segede Koran itu.

Akhirnya Ibu berkata ke Sigit , “Gini deh Nak .. Sigit dapat 2 .. Ibu sudah 2 “

 

Sigit diberikan Ibu lembar DPD dan DPR

Ketika membuka DPD Sigit bingung karena muncul sejumlah wajah tanpa Partai

“Mana nomor 31 ??”

 

Ini DPD Sayang, dia terpilih tidak mewakili partai.

 

Hmmm , Sigit memandang sebentar dan akhirnya dia memutuskan memilih yang paling ganteng di bagian bawah ….   Sampai saat ini pun Ibu lupa siapa nama yang Sigit pilih itu.

 

dpd

Giliran yang DPR

Dengan semangat Sigit membuka lembaran dan mencari si Bintang Segitiga yang ternyata berada di daerah tengah bawah ….

 

“Ibu , ini tidak ada fotonya … Sigit pilih Siapa ?”

 

Terserah Sigit aja ..

 

Sigit membaca nama para caleg satu per satu di kolom itu

Ahaaaaa …. Sigit pilih yang ini aja Bu .. Karena namanya sama dengan nama tengah Sigit

 

dprSelamat ya Pak Harry ..

Jika Anda jadi terpilih masuk legislative artinya satu Suara Anda Peroleh dari Sigit

Jangan jadi Koruptor dan Jangan kena kasus Asusila juga ya … kesian nanti anakku bisa trauma karena pernah salah pilih.

 

Setelah itu Sigit dan Ibu berlomba melipat kertas masing-masing…

Dan terbukti lembaran Sigit tidak rapih karena tidak bisa masuk ke mulut kotak suara … terpaksa deh Pak Rafli mengulang melipatnya dan itu dilakukan tanpa melihat pada lembaran … wah si bapak ini benar-benar menjaga LUBER (Langsung, Umum, Bersih dan Rahasia ) , eh prinsip Pemilu itu masih ada gak ya ??/ Kayaknya waktu Ibu sekolah dulu … waktu partai Cuma 3 … LUBER ini harus dihapal loh singkatannya ..

 

Setelah pencoblosan, Sigit bersama Ibu ikut memasukkan jari kelingking ke tinta biru   dan berfoto di depan TPS ….

jari bertinta

jari bertinta

 

Sampai bertemu 3 bulan lagi

Dalam Pemilu Presiden

 

 

ps : Ternyata selama 4 hari , Sigit berusaha menjaga tinta tidak luntur, karena ingin pamer di hari Senin ke Ibu Guru Hanie kalau Sigit ikut mencontreng.

 

 

 

 

 

 

 

Read Full Post »

Older Posts »