Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2011

“Nyeker Ayam “

Ketika Sigit belum juga bisa berjalan sampai usia 12 bulan, Ibu mulai gelisah.   Ibu pun mencari tahu cara-cara yang bisa mempercepat proses tersebut.     Sup Ceker Ayam pun menjadi menu wajib Sigit, Tiap sore Sigit main ke tempat Mami, Ibunya mbak Dea, untuk dipijat telapak kakinya .   Mama Mbak Dea baik banget, dia melakukannya tanpa mau menerima imbalan apapun, maklumlah sembari ngobrol dengan Mbak pengasuh disore hari di pojokan depan warteg Mama Mbak Lia.   Sudah pasti juga tiap 2 minggu sekali kita ke rumah bu Haji untuk pijat seluruh tubuh.     Tapi ini belum membantu perkembangan Sigit.

Uni Mamahnya Isan, bilang bahwa di kampungnya untuk merangsang telapak kaki maka anak  setiap pagi setelah subuh diajak ber”embun”.

Ber”embun”?? apa pula ini ? Ternyata anak dengan bertelanjang kaki diajak berjalan diatas rumput yang masih dibasahi embun yang baru turun.

Kata Ibu, jangan – jangan anak tetap belum bisa jalan, tapi datang penyakit baru bernama pilek hehheeh

Tapi namanya juga sudah putus asa, Ibu pun melakukan saran ini.

Hanya saja dimana mencari rumput hijau di rumahalinda ?

Kalau pun ada Cuma sepetak kecil di dekat rumah Mbak Rini tetangga depan rumah kita, hanya saja banyak ranjau berupa “eek kucing”  disana.

Maka akhirnya Ibu membawa Sigit ke kompleks Taman Harapan Baru, kurang lebih 2 km dari rumah, disana ada taman dengan lapangan yang cukup luas dan masih banyak rumputnya.    Taman ini di sore hari apalagi Sabtu Minggu di sekelilingnya dipenuhi pedagang kaki lima dadakan.   Banyak penjual makanan, mainan, pakaian disana.     Dan tentu saja para orangtua dan anak balitanya.

Sepatu Sigit pun dibuka kemudian  Ayah dan Ibu bergantian memegang tangan Sigit dan menuntut Sigit berjalan di rumput.    Sigit terlihat terkidik geli merasakan tajamnya rumput tersebut.   Namun melihat bocah yang bermain bola  membuat Sigit melupakan rasa itu dan berusaha mendekati.    Minggu depannya kita ke sana dan kali ini Sigit lebih tertarik mengarahkan kaki menuju pagar.  Oh ternyata ada tukang balon disana.

Akhirnya sampai besar pun Sigit lebih suka “ceker ayam” alias tanpa alas kaki.

Iklan

Read Full Post »

Bubur Kacang Ijo

“Dokter, kenapa ya ini ujung bibir Sigit dan Ira mengelupas ? .  Kata mereka sakit sekali jika membuka mulut  “

“Iya .. Ira jadi susah ngomong, susah makan , susah minum dan susah ketawa!”  Ira menyambung , “Ira cuma bisa nangis karena perih dan sakit “.   Sedangkan Sigit seperti biasa , cuek aja dan lebih sibuk merayu Ibu agar  dibelikan fitkom .

Ohh .. Ini karena kekurangan vitamin B

Emang sih anak-anak sudah lama tidak saya belikan  vitamin  B 12 IPI

Ohh .. bukan itu sebenarnya Bu ..

Jadi vitamin B yang dimaksud adalah yang terdapat pada kulit ari kacang-kacangan

Hmm ,  anak-anak suka kok Dok , minum susu kedelai, “ Ibu membela diri

“Ibu , kalau sudah jadi susu kedelai, maka kulit arinya sudah terbuang sebagai ampas.  Ibu cuma dapat airnya saja …”

Jadi kacang kulit ya Dok .. seperti kacang garuda ?

Sigit sudah agak terbinar-binar mendengar solusinya kacang kulit ..

“Kalau kacang kulit yang seperti itu, kulit arinya sudah kering Bu ..”

Sebaiknya Ibu buatkan saja Sigit dan Ira, bubur kacang Ijo , bubur kacang merah ataupun rebus kacang tanah .

Oh iya ya ! dengan perebusan ataupun kukus maka kulit Ari kacang-kacangan dapat dikonsumsi dengan nikmat dan bergizi.

Lantas Dok, ini yang terlanjur terluka bagaimana ?

   “Silahkan oleskan  blue violet di sudut bibir yang luka secara rutin sebelum tidur, karena mungkin anaknya malu kalau biru-biru ke sekolah.   Cukup 2 – 3 hari , nanti lukanya akan menutup dan sembuh.”

Hasil searching Ibu di internet adalah sebagai berikut :

– Sudut Mulut Retak (luka) : Menurut dr. Wilma Bergfeld, seorang ahli dermatologi dari the Cleveland Clinic, jika sudut mulut mengalami keretakan sehingga menyebabkan luka, ini menandakan bahwa Anda kekurangan vitamin A dan B –terutama B2, B6, dan asam folat — dapat menyebabkan kulit di sekitar sudut mulut menjadi kering dan sensitif yang kemudian timbul keretakan pada ujung bibir Anda. Saran untuk mengatasinya, menurut dr. Vandana Y. Bhide, seorang ahli penyakit dalam, adalah dengan memperbanyak konsumsi makanan seperti kacang-kacangan, sayuran hijau dan semangka

Maka sesuai anjuran Ibu Dokter , maka   setelah itu seminggu 3 kali , Ibu ataupun Mbak membuatkan bubur kacang Ijo untuk Sigit dan Ira.

Caranya :

1.      Cuci bersih kacang Ijo sebanyak 10  sendok makan

2.      Rendam kacang ijo dengan air matang dari jam 8 malam (untuk di olah jam 6 pagi)

Atau direndam jam 6 pagi (untuk diolah jam 4 sore)

Kurang lebih 10 jam perendaman .

3.      Buang air rendaman

4.      Masukkan air  untuk  merebus (yang baru, biasanya saya pakai air Aqua Galon )  kurang lebih 1 liter  , biarkan sampai mendidih.

5.      Masukkan kacang Ijo ke dalam panci yang berisi air yang telah mendidih dengan api sedang

6.      Setelah 15 menit, kacang ijo terlihat sudah merekah , kemudian  masukkan gula merah 200 gram yang sudah diiris-iris (agar cepat larut dalam air rebusan)

Ps. Dapat juga mengganti gula merah dengan gula putih

(sebagai variasi agar kuah bubur kacang ijo tampil beda warna)

7.      Jika suka dapat tambahkan irisan jahe sedikit (agar terdapat rasa pedas dan menghangatkan di perut)

8.      Juga boleh ditambahkan kayu manis (agar terdapat aroma rempah)

9.      Serta dapat dibubuhi vanilla (agar ada aroma wangi)

10.  Dan sebagian orang menambahkan sejumput garam agar lebih gurih rasanya.

11.  Setelah  itu masukkan Santan Kara 1 bungkus

12.  Sambil diaduk – aduk, biarkan rebusan yang telah diberi santan mendidih kembali

13.  Kurang lebih 15 menit dari saat memasukkan Kara, matikan api.

14.  Bubur kacang Ijo siap dihidangkan untuk 4 mangkok.

Ibu tidak pernah bikin banyak karena takut mubazir, jadi Sigit dan Ira pun tidak mungkin untuk tambah porsi, karena memang dibuat terbatas.   Kalo pengen lagi , Ibu akan berkata, “Tunggu besok ya Nak .. kita buat lagi ! “

Ataupun jika Ibu tidak sempat membuatkan, atau Sigit dan Ira mendadak  kepengen bubur kacang Ijo di malam hari, maka Ibu akan membelikan kalian Bubur Kacang Ijo Khas Madura.

Bubur kacang ijo ini cukup unik menurut Ibu, karena terdiri dari  Kacang Ijo dengan kuah berwarna putih  buram (menandakan tidak menggunakan gula merah ataupun mungkin hanya sedikit sekali gula merah)  + Ketan Putih +  Ketan  ItamRoti tawar tipis (jarang Ibu temukan roti tawar seperti ini di toko / gerobak roti)  + Susu Kental Manis .       Di Alinda dijual Rp 4.000 / porsi.

Read Full Post »

Older Posts »