Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2012

Dalam  perlombaan menyanyi  ada lagu wajib dan lagu pilihan.  Demikian juga dalam pemberian Hadiah Ulangtahun versi Ibu.

Hadiah Wajib biasanya sudah Ibu tentukan berdasarkan keinginan Ibu, kebutuhan Sigit dan ketersediaan dana Ibu.

Untuk Hadiah Pilihan sesuai judulnya tentu saja itu Pilihan Sigit dan  Ira tetapi disesuaikan dengan plafon yang Ibu tetapkan.
Cara ini sepertinya  mulai diterapkan saat  Sigit mampu mengemukakan keinginannya  dan kadangkala pilihan Ibu bukan yang Sigit inginkan.

Tahun ini  2011  , Ibu belikan Sigit dan Ira sebuah Komputer desktop , kebetulan Ibu  baru mampu membelikan yang second.   Sigit dan Ira gembira sekali  karena sekarang memiliki Komputer sendiri yang bisa dipakai sendiri tanpa harus meminjam laptop Ayah ataupun Ibu.    Memang benar karena selama ini Sigit dan Ira hanya boleh menggunakannya di saat Ayah ataupun ibu tidak bekerja yaitu hari Sabtu dan Minggu.
Tetapi sebelum dibelikan Ayah sudah wanti – wanti saling berbagi maklumlah selama ini Ibu selalu mengupayakan menyediakan segala hal  untuk kalian miliki masing – masing.  Maksudnya boneka dengan jenis yang sama ada dua, buku biarpun tidak judul yang sama tetapi masing-masing punya , baju pun harus sama sama dibelikan , hanya bando dan anting saja Sigit tidak iri bahwa Ira memilikinya dan Sigit tidak.
Kata Ayah sudah saatnya kalian belajar berbagi barang yang sama , ini adalah bentuk pembelajaran dalam mengarungi kehidupan.     Bahwa adil itu bukan artinya harus  sama dan selalu   serupa,   tetapi bersikap adil  dapat berbentuk sikap mampu bertoleransi, berempati, bersimpati, berbagi dengan orang lain.     Disepakati juga bahwa penggunaan computer hanya di hari Jumat  sepulang sekolah, Sabtu dan Minggu sampai dengan jam delapan malam.
Tanggal  3 Desember pun kita berangkat ke Harco ManggaDua,    lagi lagi menurut Ayah, Sigit dan Ira perlu dilibatkan dalam hal pembelian computer , agar lebih menjaganya kelak, karena mengikuti semua prosesnya.      Dan karena Ayah memang telah survey sebelumnya, maka  tidak memakan waktu lama , computer yang diinginkan segera dapat kita bawa pulang .

Dan tibalah moment lagu permintaan dari Sigit alias meminta sesuatu yang diluar perencanaan Ayah dan Ibu.    “Sigit minta cd game ya Bu …. Point Black dan Plants vs Zombie “

Enggak akh, satu aja pilihannya.   Satu lagi Sigit harus nabung untuk membelinya sendiri.
Sigit tampak merenung, “Ya udah Plants vs Zombie  aja “
Emangnya kenapa pilih yang itu ??
“Soalnya di lab computer Sigit ada permainan ini, jadi kalau sudah selesai bikin tugas sementara masih ada waktu boleh main games ini.   Kata Pak Guru biar anak-anak lebih mahir  menggunakan mouse”

Ps. Jika ada yang berminat untuk pembelian computer second for children, silahkan kirim email ke : bunda_sahira@yahoo.com

Read Full Post »

Rajin Latihan Menulis

Dikte             :     daun
Ira menulis:  dawun

Setelah Ira mengalami ketidaksuksesan dalam menulis kata kata tertentu , Ibu pun mencari tahu apa penyebabnya.

 

Hasil searching di internet, Ibu mendapatkan satu artikel yang memuat seperti ini:
“ Keberhasilan membaca huruf latin pada anak – anak balita bukan berarti anak – anak juga berhasil dalam menulis.   Kemampuan membaca berbeda dengan kemampuan menulis.   Jika kemampuan membaca hanya membutuhkan kematangan dan kelengkapan alat – alat bicara, maka kemampuan menulis memerlukan kelengkapan alat gerak untuk menulis (tangan) dan kematangan gerak motorik halus.   Kemampuan menulis untuk anak usia 4 – 5 tahun memerlukan metode tersendiri.   Suatu metode yang menjadikan anak tidak mudah putus asa ketika belajar menulis.  Metode yang tanpa terasa akhirnya anak – anak menguasai kemampuan menulis berbagai kalimat bahkan dengan tulisan tegak bersambung sekalipun. “

 

Akhirnya Ibu mendapatkan pencerahan dan melakukan searching lagi di Google untuk mencari buku yang tepat untuk mengajari Ira menulis.   Bertemulah Ibu dengan referensi “anak islam trampil menulis huruf latin  “.

Sekali lagi Ibu memanfaatkan belanja Online untuk mendatangkan buku ini ke rumah, dan kali ini buku ini hadir tepat waktu 2 x 24 jam dari transfer dana.

 

Ternyata , kali ini Ibu baru menyadari kelemahan pembelian buku di toko Online.  Kita hanya mengandalkan referensi, testemoni, resensi pendukung, tapi tidak bisa menelaahnya lembar per lembar, amat berbeda bila kita ke toko buku Offline, seperti Gramedia, Gunung Agung atau toko buku lainnya.

 

Setelah membaca buku ini, Ibu memahami  bahwa ternyata memang benar,  ada  anak yang sudah jago membaca tapi tidak bisa membuat tulisan, sehingga buku ini mengajarkan itu semua.    Di buku ini  belajar menulis diawali dengan  membuat garis lurus, garis ke samping, garis miring sehingga motorik halusnya akan terasah, kemudian  cara membuat abjad secara lengkap  akhirnya menulis kata dan kalimat.

 

Sedangkan kasus Ira berbeda, Ira sudah pintar membuat tulisan , bahkan  tulisan Ira lebih bagus dari tulisan Sigit yang sudah kelas 3.

 

Walaupun begitu Ibu tetap dapat memanfaatkan buku ini  untuk melatih tulisan tegak sambung Ira,       selain itu memang Ibu amati Sigit yang sudah kelas 3 pun tidak juga pintar menulis tegak sambung.          Padahal tulisan tegak sambung buatan Ibu sangat baik dan bagus, mungkin karena SD Ibu dulu memiliki jam belajar “ menulis halus kasar”  sejak kelas 1 sd kelas 6, dengan menggunakan pensil, pulpen dan akhirnya pena yang menggunakan tinta.         Sekarang menulis indah itu pun dapat menjadi mata pencarian di beberapa penulis di sepanjang jalan kantor Ibu di Pasar Baru – Jakarta.

 

Malam itu, Ira pun berbisik ke Ibu saat akan tidur,  “Ibu , Ira les lagi deh .. biar diajarin Bu Guru cara menulis yang benar …. Ibu Guru kan sering mendikte .. nanti kalau salah biar dibetulkan sama Ibu Guru. “

 

Ibu hanya tersenyum haru, mengingat Ira sudah berjanji dengan dirinya untuk tidak les kalau sudah bisa membaca dan itu 6 bulan yang lalu.    Sekarang dia memberikan solusi untuk masalah yang dihadapinya.

Mudah-mudahan dengan banyak  latihan menulis serta membuat tulisan  dengan metode dikte yang menjadi salah satu metode menulis di sekolahnya, lambat laun Ira dapat menulis kata dengan lebih baik.

Read Full Post »

Older Posts »