Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari, 2012

Bermain Catur

Trend permainan terbaru Sigit adalah catur.

Iya catur …

Dan ini bukan hanya dimainkan oleh Sigit, tapi juga oleh geng kecilnya, Dafi dan Ozan, juga Mas Yofa.

 

Sigit ngotot banget minta dibelikan papan catur yang besar seperti yang dilihatnya di pos ronda dengan lapangan RT.    Ooh, rupanya papan catur itu lah yang memicu Sigit dan teman-teman tergila gila dengan catur.      Ketika kalian bermain sepakbola di lapangan , tiba tiba datanglah hujan karena takut kebasahan ketika berlari pulang ke rumah maka diputuskan untuk berteduh di pos ronda.    Mungkin papan catur ini milik salah satu bapak di RT kita dan ditinggalkan disana sebagai sarana hiburan ketika ronda.

 

Ibu tidak mau membelikannya, takut Sigit tidak menjaga papan catur dan bidaknya dengan baik.    Ingatkan dulu Ibu pernah belikan papan catur kecil bermagnet, malah tidak pernah dimainkan.    Sigit malah sibuk menempelkan si buah catur itu di kulkas, di mobil dan tidak dipedulikan, sehingga akhirnya beberapa buah catur hilang , tanpa Sigit merasa kehilangan.

 

 

Saat kita mengantarkan Mama Jefri ke Pool Damri, beliau menyodorkan sepuluh ribu rupiah kepada Sigit dan berkata, “Nanti beli papan catur ya “

 

Terus Ibu berkomentar, “ Aku bukan gak mampu membelikan, tapi takut jadi sia sia “

 

Jawab Mama Jefri, “heheha Aku tahu kok, tapi yakinlah kali ini Sigit pasti menjaganya, soalnya duit pembelian papan catur itu dariku heheeheh “

 

Dan memang terbukti sampai saat ini , sudah 1 bulan, papan catur dan buah caturnya masih lengkap, mungkin Sigit ingin membuktikan bahwa dia sudah mampu menjaga barang.

 

Waktu itu pulang dari Pool Damri , kita langsung singgah di toko Fakhri untuk membelikan papan catur seharga Rp 13.000.    Dan lucu juga melihat Sigit menenteng papan catur dan berkunjung ke rumah Ozan , kesannya mencari lawan Heheeheh

 

Ira pun seperti biasa selalu tertarik dengan apapun minat Sigit.

Jadi kadangkala saat Sigit  serius dengan komputernya, maka Ira mengajak Ibu bertanding catur.   Kalau Sigit semakin hari semakin pintar menganalisa segala posisi buah catur baik posisi sendiri maupun posisi lawan, sehingga lebih membutuhkan waktu lama untuk mengalahkan Sigit.       Sedangkan Ira tidak peduli akan kemenangan,  dia lebih memperhatikan berapa banyak buah catur milik lawan yang telah dimakan.

 

Begitu libur semester selesai, maka geng kecil pun sudah mulai sibuk dengan aktifitas belajar sehingga acara bermain catur tidak sering lagi dilakukan.     Akibatnya Sigit kekurangan lawan.   Mulailah Sigit memanfaatkan laptop Ayah yang kadang menganggur untuk memainkan game catur yang terinstall disana.    Sayangnya melawan computer Sigit hanya bisa menang satu – dua kali , setelah itu kalah terus.

 

“Ibu , kalau ke Gramedia, tolong belikan Sigit buku catur”

 

Memangnya Sigit kurang pintar ?? sepertinya udah canggih tuh ..

 

“Kalau sudah pintar, kenapa Sigit kalah terus lawan computer ?? Jadi Sigit mau punya buku catur biar bisa lebih jago lagi ….. “

 

 

Iklan

Read Full Post »

Sekolah Dasar Untuk Ira

2012 Juni nanti Umur Ira :  6 tahun 6 bulan.

Ya inilah dilema untuk anak kelahiran bulan Desember.

Beberapa sekolah swasta mensyaratkan minimal umur pada bulan Juni adalah 5 tahun 6 bulan,  sedangkan sekolah negeri mensyaratkan  minimal umur pada bulan Juni adalah 6 tahun

 

Sehingga Ira yang sudah bisa membaca, menulis , berhitung , tetap tidak bisa mendaftarkan diri  masuk SD di tahun 2011, mengingat umurnya ketika bulan Juni  ngepas banget  masih 5 tahun 6 bulan.   Selain itu Ibu juga telah mendapatkan pencerahan dari buku berjudul OUTLIER   “Rahasia di Balik Sukses”  dari Malcolm Gladwell  bahwa Sukses ternyata bisa  dipengaruhi oleh tanggal  lahir.

 

 

Kali ini Ibu tidak melakukan survey apapun untuk mencari sekolah untuk Ira, karena pilihan kita yang utama dan satu-satunya adalah SDIT Al Muchtar  …….   horeeeeeee

 

Alasannya pertama karena Abang Sigit sudah sekolah disana, sehingga bisa satu jemputan

Yang kedua adalah Ibu sudah puas dengan kualitas pendidikan di SDIT Al Muchtar.

Dan ketiga ..  Ira hanya mau sekolah di SDIT Al Muchtar …

Jadi tentu saja Ibu tidak repot dan tidak ingin cari sekolah alternative yang lain

 

Hari Sabtu, 11 Februari 2012, Ira dan Ibu pergi ke SDIT Al Muchtar untuk mengambil formulir pendaftaran dan langsung menyetorkan biaya sebesar Rp 200.000

Jam Kerja Layanan Pendaftaran :

Setiap hari kerja ( 07.30 – 15.15) sedangkan hari Sabtu buka sampai jam 12.00 bbwi.

Petugas pendaftarannya, menyarankan untuk segera mengembalikan formulir dan ini benar diingat oleh Ira.   Tiap malam Ira menanyakan kepada Ibu kapan akan mengantarkan formulir pendaftaran kembali.

“Hari Sabtu dong”   kata Ibu  ” kan Ibu  dan Ira liburnya hari Sabtu.”

 

 

Lagipula  masa terakhir pendaftaran adalah tanggal  13 April 2012   , begitu yang tertulis di brosur.

Selain itu yang diinformasikan di brosur adalah :

Biaya Pendaftaran    :   Rp 200.000

Biaya Penerimaan Siswa Baru         : putra Rp 4.647.000,  putri Rp 4.697.000

Ini sudah biaya macam2 nih, termasuk uang gedung, seragam , spp bulan Juli  (Rp 200.000)  dll kecuali biaya buku yang akan ditentukan belakangan.

 

 

Hari Sabtu, 18 Februari 2012,   Ibu dan Ira pergi ke SDIT Al Muchtar dengan membawa formulir pendaftaran yang telah diisi,   pasfoto 3 x 4 sebanyak 3 lembar ,  materai Rp 6.000, fotocopy Akte Kelahiran 2 lembar.

Oh ya, Jam belajar di SDIT Al Muchtar :

Senin sd Jumat

Kelas 1 – 2                  :  07.15 – 13.55

Kelas 3 – 6                  :  07.15  – 15.05

Sedangkan Sabtu diisi dengan jadwal beberapa ekskul.

Dan nantinya untuk kelas 1 – 3 didampingi oleh 2 guru.

 

 

Kemudian Ira mendapatkan kartu ujian yang telah direkatkan salah satu dari pasfoto yang kita bawa, dengan gembira Ira  mengenakan kartu ujian di bajunya, padahal ini membuat Ibu khawatir karena takut dalam perjalanan pulang ke rumah , si kartu ini bisa terlepas.    Namun Ira menyakinkan Ibu , “cukup kuat kok jepitannya “

 

 

Sabtu, tanggal 14 April 2012  pukul 07.30 sd 10.00  adalah Jadwal Kegiatan Psikotes (Tes Kematangan) bagi calon Siswa.  Membawa alat tulis & crayon

 

Untuk keterangan lebih mendalam dapat mengakses ke : http://almuchtar.sch.id

atau datang ke bagian Penerimaan Siswa Baru tahun 2012  di Yayasan Pendidikan Islam Al Muchtar Jln KH Muchtar Tabrani – Kaliabang Tengah Bekasi Utara (dilewati oleh angkot K15 A jurusan  Terminal Bekasi -Stasiun KA Bekasi – BTN Pdk Ungu)

cerita tentang mencari Sekolah Sigit tahun 2009 :

https://rumahalinda.wordpress.com/2009/08/19/inspirasi-memilih-sekolah-dasar/

 

Read Full Post »

Older Posts »