Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juli, 2012

Sop Buah

Dan inilah cerita di hari Kedua, karena jatuh di hari Minggu, dimana Ayah dan Ibu tidak bekerja, maka Ira pun ikut berpetualang di supermarket terdekat.    Lagi – lagi selera mata anak kecil yang dimenangkan, apalagi anak kecil itu sedang berjuang untuk puasa penuh.     Ira memutuskan akan berbuka dengan Sop Buah.   Sempat terkaburkan dengan ide Es Teler dan Es Buah. Sampai –  sampai Ira mempertanyakan apa bedanya .

 

Kata Ibu, itu perbedaan pada  isian  dan di kuahnya.

Nama Isian Buah antara lain : Kuah nya
Sop Buah Apel, Nenas, Buah Naga, Melon,Blewah,  Strawberry, Anggur,  Kolang Kaling

kalau sop buah yang dkt mesjid al Barkah pake tomat

Kalau sop buah yang di dkt pool damri kayu ringin pake pisang ambon

Susu Kental Manis +  Sirup Merah paling mantap kalau sirupnya  merek Sarangsari atau Tjampolay rasa Pisang susu
Es Teler Alpukat , Nangka, Kelapa Muda Susu Kental Manis Putih
Es Buah Pepaya, Nenas, Bengkoang, Nata de Coco Air Gula (kadang pake sirup Leci)

 

Kata Ira kalau es campur ?  Ibu bilang tinggal Adek campurkan saja apa aja didalamnya, yang penting ada Es serut atau Es batu yang dikeprok dan rasanya harus Manis.

 

Sebenarnya Ayah bilang , ngapain repot bikinnya , kan lebih gampang jika beli saja di Abang penjual Sop Buah Cirebon, 7 ribu sudah enak dan bisa buat berdua sebungkus.

 

Baiklah coba kita hitung biaya yang dikeluarkan untuk membuat Sop Buah ala Ibu Titin

No Nama Bahan Quantity Harga Keterangan
1. Apel Fuji 2 buah Rp 8.000 Iris dadu
2. Buah Naga 1 buah Rp 5.000 Iris dadu
3. Pisang Ambon 2 buah Rp 3.000 Iris bulat
4. Lengkeng ¼ kg Rp 5.000 Kupas  dan buang biji hitamnya
5. Nenas 1 buah Rp 5.000 Iris dadu, direbus dengan gula 3 sdm, dipakai

½ bagian saja, sisa setup bisa disimpan di kulkas

6. Kolang kaling ¼ kg Rp 3.000 Direbus dgn gula 3 sdm,

hanya ½ bagian, sisanya simpan kulkas

7. Susu Kental Manis 3 sachet Rp 6.000 Dicukupkan untuk 8 mangkok
8. Es Batu 1 bungkus Rp 500 Tidak sempat bikin jadi beli di warung, airnya dari aqua kok.
9. Gula Pasir ¼ kg Rp 3.000 Untuk membuat air gula. Takaran air dan gula harus 1:1.  Namanya Sirup Gula
10. Sirup Tjampolay 1 botol Rp 18.000 Rasa Pisang Susu
Total biaya Rp 56.500
Jumlah Porsi yang diperoleh :  6 mangkok

(setara dengan biya Rp 42.000 jika membeli ),

Sirup Tjampolay bisa digunakan untuk 30 mangkok saji.

 

Mahal juga  ya ..

Dan sukses menciptakan  dapur berantakan, kehebohan dan terburu – buru  karena membuat Sop buah  harus menunggu Ira bangun dari tidur  siangnya , ketika itu kurang lebih pukul 17.15 .

Hanya saja ada nilai tambah yang tidak diperoleh dengan membeli Sop Buah di Abang Pedagang Sop Buah  yaitu kebersamaan dan kegembiraan.     Ibu dapat merasakan kehebohan Ira mengupas kulit lengkeng dan membuang biji hitamnya.   Melihat Abang Sigit ikut  memotong Nenas menjadi kotak – kotak.   Ayah mengupas apel menggunakan peeler , kebetulan sekali peeler ini sudah setahun Ibu miliki tapi belum pernah dipakai karena Ibu lebih suka menggunakan pisau.

 

Meriah sekali dapur kita , sore itu.

Belum lagi tiba tiba Ayah berteriak seperti Juri di Master Chef Junior,   5 Menit lagi !

Siap tidak siap , pasukan cilik harus mandi, karena akan Adzan Magrib tanda  berbuka puasa akan berkumandang.  

 

Read Full Post »

Ramadhan 1433 H

Tahun lalu Ira sudah belajar puasa,  lebih banyak yang setengah hari, puasa penuhnya hanya 5 hari saja.   Tapi tahun ini Ira bertekad untuk puasa penuh selama satu bulan Ramadhan.   Aamiin.

 

Dukungan untuk Ira dilakukan dengan sepenuh hati oleh Ayah dan Ibu.

 

Kebetulan Ayah dan Ibu berpuasa di hari Jumat, sedangkan Ira dan Sigit  memilih di hari Sabtu dengan alasan, “teman – teman puasanya hari Sabtu kok”.   Ya sudahlah Ibu tidak mendebat kalian, nanti ada masa yang lebih tepat untuk memberikan pemahaman tentang dalil pelaksanaan awal Ramadhan.   Tidak ada yang berbeda di rumah, karena Ayah dan Ibu bekerja , sedangkan kalian sudah memulai liburan awal Ramadhan setelah sehari sebelumnya melakukan acara Tarhib Ramadhan di Sekolah.

 

Saat  pelaksanaan sahur , sempat terjadi selisih pendapat antara Ayah dan Ibu terkait dengan strategi kesuksesan makan sahur.     Ayah telah menyiapkan meja makan agar kita bisa makan sahur bersama seperti ketika hari Sabtu atau Minggu.    Tetapi Ibu tidak ingin memaksakan  ritual tersebut, mengingat bahwa pengalaman waktu Ibu kecil dulu, untuk membuka mata dan meninggalkan tempat tidur saja sudah suatu perjuangan berat , apalagi ditambah duduk tertib di meja makan.  Bakalan tidak cukup waktu 45 menit untuk menyelesaikan satu porsi makanan.

 

Strategi Ibu adalah urus dulu yang paling mudah, yang sulit belakangan.

 

Terjemahannya begini , Ira yang niat puasanya lebih kuat dan memang tidak terlalu sulit dibangunkan, akan duluan diurus.   Maka jam 3.45 Ira sudah dibangunkan,  5 menit kemudian diangkat dari  tempat tidur dengan sebelumnya wajahnya diusap dengan air dingin, dibawa ke meja makan, dua kursi di  dekatkan dan dikasih bantal.   Kemudian Ira disuapin makan, tak lama kemudian Ira mulai duduk sendiri.  Selama acara makan itu, Ira ditemani oleh Ayah yang juga menyantap sahurnya, sembari kita mengobrol apa saja agar Ira tidak tertidur kembali.    Untuk urusan menghabiskan 1 piring  Ira membutuhkan waktu kurang lebih 25 menit .

Biasanya pada jam  jam 3 –an,   saat Ibu mulai bangun untuk  masak, Ayah sudah membuka semua pintu kamar, menghidupkan radio, sehingga suasana rumah menjadi ramai dan  meriah.   Ini tujuannya untuk memancing bawah sadar Sigit .    Kalaupun tidak bisa bangun sendiri maka pukul 4.15 Sigit harus dibangunkan.    Untuk memotivasi agar Sigit tidak rewel pada saat jam sahur, maka ada reward dan punishmennya ,  “Kalau tidak rewel pagi hari, malam harinya sesudah makan malam , boleh main dulu, kemudian tarawih di mushola.  Tapi kalau rewel, malamnya tidak boleh keluar rumah sama sekali,  sholat tarawihnya bareng Ibu saja di dalam rumah. “

 

Selesai urusan strategi sahur.

 

Untuk berbuka, biasanya lebih mudah, karena ini adalah moment pemberian reward.   Hanya saja bisa bikin Ayah dan Ibu merugi nih .. istilah Medan, tekor Bandar heheheh .. 

Berbuka pertama Sigit minta Es Kelapa Jeruk , Ira minta sirup Kuning  dan buah lengkeng.

Ternyata karena Ayah tidak berbuka di rumah, maka Sigit diutus oleh Ibu naik sepeda membeli es kelapa muda.   Eh datang – datang yang dibawa adalah Es Kelapa Muda Alpukat, Ira minta dibelikan Es Kelapa Muda Mangga.   Tapi Sirupnya tetap harus ada karena membelinya cukup di warung Mbak Dewi saja, kata Ira ini sebagai pengganti lengkeng.     Cuma lagi lagi selera mata , yang dibeli bukan Sirop rasa Jeruk yang berwarna kuning, tapi Sirup yang warna putih aja, rasa Leci ..

 

Alhamdulillah hari pertama berbuka di Hari Sabtu Sukses.

Read Full Post »

Older Posts »