Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2012

Mohon Maaf Lahir Bathin

ceritanya menyusul ya 🙂

Iklan

Read Full Post »

Belajar Berenang

Sigit dan Ira senang bermain air.
Berenang hanyalah salah satu bagian dari permainan air.

 

 

Tapi menurut Ibu itu adalah langkah awal untuk mampu berenang.

 

Ibu merupakan contoh kasus tentang dominasi mitos dan kurangnya motivasi dari lingkungan.

Begini ceritanya , “ Ketika kecil , Ibu sudah memiliki tinggi tubuh diatas rata rata untuk anak seusia Ibu.  Salah satu kalimat pertanyaan yang sering disampaikan adalah “Anaknya berenang ya ? “  tentu saja jawabannya : Tidak. Dan juga dilain waktu ada kalimat pernyataan seperti ini, “Kalau anak mau tinggi, suruh berenang “.

 

Ibu mengkolerasikan antara , “berenang dan tinggi badan” menjadi sebuah kalimat asumsi yaitu  “Biar tidak tambah tinggi maka jangan berenang!”.

 

Dan Ibu menjadikan berenang merupakan satu kegiatan yang WAJIB dihindari, karena Ibu tidak mau lebih tinggi.    Sayangnya Ibu lupa satu hal, yang kemungkinan karena tidak pernah mendapatkan informasi bahwa Tinggi Badan dipengaruhi oleh Faktor Keturunan.    Sehingga tanpa pun berenang, Ibu sudah ditakdirkan memiliki tubuh yang tinggi karena Ayah , Ibu, Kakek, Nenek, Abang, Kakak ,  Paman memiliki tubuh yang tinggi.

 

Mengapa soal tinggi badan ini menjadi hal yang “mengganggu” untuk Ibu ?   Ini karena ketika SD dan awal SMP kebetulan sekali sebagian teman Ibu tidak tumbuh lebih cepat sehingga mereka berbadan lebih pendek dari Ibu.  Kalau berjalan terkesan Ibu menjadi menjulang, dan Ibu malu karena memiliki pose tubuh yang tidak seperti teman- teman.  Kadangkala Ibu membungkukkan tubuh agar bisa terkean lebih rendah.   Aha untung saja hal itu tidak berlangsung lama sehingga tidak sampai merusak bentuk punggung Ibu.

 

Ketika  Kakek dulu mengajak berenang, Ibu sering menolak ikut.  Juga saat  SMP ada pelajaran wajib berenang, Ibu memilih tetap membayar iuran tanpa pernah berniat hadir di kolam renang .

 

Sekarang ketika sudah bersama Sigit dan Ira, Ibu menyesal tidak pernah belajar berenang karena sedih rasanya tidak bisa bermain air bersama Sigit dan Ira yang begitu menyukai kegiatan di kolam renang.

 

Dan …

Mumpung usia Sigit dan Ira masih belia dan belum punya rasa takut terhadap kondisi di dalam air,  maka diputuskan untuk belajar berenang sedini mungkin.

 

Memang selama ini kita rutin ke kolam renang, tapi Sigit dan Ira lebih memilih di kolam renang bagian anak-anak.   Ayah yang bisa berenang berusaha menjadi pelatih untuk Sigit dan Ira, dan sayangnya tingkat keberhasilan cukup rendah.  Heheheh kadangkala Ira mau menurut dengan instruksi dari Ayah, tapi Sigit menggodanya, mengajak bermain air saja.     Sigit juga sudah berani berenang sendiri dengan gaya “sukasuka hati” dan berhasil bergerak di air  sepanjang kurang lebih 3 m.      Tapi ini bukan berenang yang benar dan baik.

 

Kebetulan ntah kenapa Ira  setuju untuk mengambil les berenang , maka hari Selasa disepakati menjadi hari pertama privat.   Sigit seperti biasa , saat ditawari lebih banyak menolak dan membantah, tapi Ibu dan Ayah sudah paham strategi  yang tepat untuk mengarahkan Sigit.  Caranya adalah jangan tanya pendapat Sigit tapi dukung saja Adik Ira, nanti Sigit tidak mau kalah dan akhirnya ikut dengan apa yang diharapkan oleh Ayah dan Ibu.

 

Les berenang di Anggrek Sport Club di Perumahan  Pesona Anggrek telfon : (021) 99789031

Jadwal berenang  Sigit dan Ira adalah hari  Selasa jam 15.00 bbwi selama 1 jam dengan pelatih yang ditetapkan oleh Pengurus Kolam.   Kebetulan kali ini dapat pelatih wanita , kebetulan Ira juga lebih suka kalau pelatihnya wanita.

Biaya Pendaftaran Rp 25.000 per orang,

Biaya 4 x pertemuan Rp 100.000 atau 8xpertemuan Rp 190.000 dan itu diluar biaya masuk ke kolam.   Tike Masuk Kolam Renang : Senin – Jumat Rp 10.000, sedangkan Sabtu, Minggu & Hari Libur Nasional Rp 12.000.   Oh ya untuk pengantar siswa yang Les Renang free tiket masuk.

 

Selama bulan puasa les berenangnya cuti dulu karena pelatihnya juga cuti, selain itu menghindari makruh aja lah manatau pas berenang masuk air ke mulut dan tertelan, nah loh gimana puasanya tuh  hehehe

 

Mudah – mudahan Sigit dan Ira bisa segera menguasai tehnik dan gaya berenang dengan  baik dan benar, nanti Ibu akan menyusul private juga deh ….

Read Full Post »

Older Posts »