Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Artikel’ Category

Terompet tahun Baru

Anakku….. Jangan marah jika ayah bundamu tdk membelikanmu TEROMPET ala YAHUDI,

Jangan sedih jika ayah & bundamu tdk membelikanmu lonceng2an ala org2 NASHRANI.

Jangan pula engkau murung karena ayah tdk belikan engkau kembang api karena itu menyerupai MAJUSI.

Dan jgnlah engkau kecewa jika ayah & bundamu tdk membawamu di keramaian tahun baru…karena itu hari2 besar & Tasyabuh terhadap musuh2 اَللّهُ !!

Apakah engkau rela jika ayah & bundamu dilemparkan kedalam neraka Jahanam, karena ayah dan bundamu tidak mendidikmu diatas ISLAM?

Banggalah wahai anakku, bersyukurlah wahai buah hatiku, karena اَللّهُ  telah mentakdirkan kita hidup diatas agama ISLAM, agamanya seluruh para NABI DAN RASUL.. Berbahagialah wahai permataku……­ didalam KETERASINGAN kita akan tetap bertahan!I

Wallahulmusta’an.

Semoga kita selalu istiqomah dlm mendidik anak2 kita di jalan yg diridhoi اللّهُ Subhanallaahu wa ta’ala.  Aamiin.. Barakallaahu fiikum..

Dari Abu ‘Umair bin Anas : “Nabi memikirkan bagaimana cara mengumpulkan orang untuk shalat berjamaah. Ada beberapa orang yang memberikan usulan. Yang pertama mengatakan, ‘Kibarkanlah bendera ketika waktu shalat tiba. Jika orang-orang melihat ada bendera yang berkibar maka mereka akan saling memberi tahukan tibanya waktu shalat’. Namun Nabi tidak menyetujuinya. Orang kedua mengusulkan agar memakai terompet. Nabi pun tidak setuju, beliau bersabda, ‘Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi.’ Orang ketiga mengusulkan agar memakai lonceng. Nabi berkomentar, ‘Itu adalah perilaku Nasrani.’ Setelah kejadian tersebut, Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi pun pulang.”
(HR. Abu Daud dan Baihaqi)

 

dipublish dari artikel yang diterima dari milis muslimah.

Read Full Post »

Suatu hari ada seorang anak laki-laki sedang memperhatikan sebuah kepompong .. eeh ternyata didalamnya ada kupu kupu yang sedang berjuang untuk melepaskan diri dari dalam kepompong.

Kelihatannya .. begitu sulitnya.  Si anak laki-laki tersebut merasa kasihan pada kupu-kupu tersebut dan berpikir cara untuk membantu si kupu-kupu agar bisa keluar dengan mudah.

Akhirnya si anak laki-laki tadi menemukan ide dan segera mengambil gunting dan membantu  memotong kepompong agar kupu-kupu bisa segera keluar dari sana.   Alangkah senang dan leganya si anak laki – laki tersebut.  Tetapi apa yang terjadi ?

 

Si kupu – kupu tersebut tidak dapat terbang, hanya dapat merayap.  Apa penyebabnya ?

 

Ternyata bagi seekor kupu – kupu  yang sedang berjuang dari kepompongnya tersebut, yang mana pada saat dia mengerahkan seluruh tenaganya, ada suatu cairan di dalam tubuhnya yang mengalir dengan kuat ke seluruh tubuhnya yang membuat sayapnya bisa mengembang sehingga ia dapat terbang, tetapi karena tidak ada lagi perjuangan tersebut maka sayapnya tidak dapat mengembang sehingga jadilah ia seekor kupu-kupu yang hanya dapat merayap.

 

Kadangkala Suatu Good Intention, Niat Baik kita belum tentu menghasilkan sesuatu yang baik.  Sama seperti pada saat kita mengajarkan anak kita.  Kadangkala kita sering membantu mereka karena merasa kasihan atau rasa sayang, tapi sebenanya malah membuat mereka tidak mandiri.

Membuat potensi dalam dirinya tidak berkembang.   Memandulkan kreativitas karena kita tidak tega melihat mereka mengalami kesulitan yang sebenarnya jika mereka berhasil melewatinya, mereka justru menjadi KUAT.

 

Demikian juga pada saat kita sedang harus berjuang menghadapi sesuatu, jangan mengharapkan bantuan orang lain, berjuanglah dahulu dengan mengerahkan kemampuanmu.

Hidup penuh dengan Perjuangan  ….. Supaya “SAYAP” kita bisa berkembang dengan sempurna, untuk kita pakai “TERBANG” melewati masalah dan kehidupan.

 

Selamat Hari Anak Nasional 23 Juli 2012

~~hasil pewarnaan Sigit ketika mengikuti Les Drawing sebagai ekskul pilihannya di kelas 2 ~~

Read Full Post »

Older Posts »