Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘belanja’ Category

Setelah mencari info ke teman Ibu yang anaknya juga menggunakan kacamata di usia dini, maka Ibu disarankan untuk  konsultasi ke Rumah Sakit Mata AINI – Prof DR. Isak Salim

.Jl Rumah Sakit Mata Aini HR Rasuna Said Kuningan – Jakarta 12920

Telfon              :           (021) 525 6228, 527 1675

Faksimile         :           (021) 5224288

E-mail             :           info@rsmataaini.co.id

Website           :           www.rsmataaini.co.id

 

Praktek                       :           Senin – Sabtu

Pukul               :           09.00 – 20.00

 

Klinik Minggu/ SUNDAY CLINIC : Pukul 09.00 – 14.00 WIB

 

 

Lokasi RS Mata Aini  memang agak terpencil,  sebagai ancang – ancang adalah di belakang Gedung WIsma Bakrie- Kuningan .   Petunjuknya nih kalau dari arah Mampang  maka ada di sebelah kanan Jalan, berhati2 nya karena dan ditengah2nya adalah Jalan Busway  loh .   Jadi kalau terlanjur datang dari arah Menteng atau Jalan Sabang maka harus mencari simpang yang membolehkan untuk balik arah , kayaknya sih setelah Pasar Senin/GOR Soemantri , ada belokannya.

 

Pemeriksaan   Kacamata Anak – Anak

Pelayanan refraksi yang dilakukan disesuaikan dengan umur anak – anak secara spesifik, dengan menggunakan modalitas yang berbeda beda sesuai umur seperti (Teller Acuity Chart, LEA symbols, Cardiff card, Snellen Chart).  Ini semua menjamin ketetapan pemeriksaan mata anak

(informasi disalin ulang dari  brosur  Pediatrik Oftalmologi – RS Mata AIni)

 

Catatan :

 

Untuk anak usia 6 tahun 7 bulan seperti Ira , waktu yang kami habiskan di hari Selasa   sejak mulai  pendaftaran, rangkaian pemeriksaan ,  survey kacamata di Apotik AINI   sd pembayaran di kasir  adalah dari pukul 10.00 sd 13.00 .

 

Sehingga siapkan waktu yang cukup apabila Ayah atau Bunda ingin memeriksakan Ananda tercinta.

 

Biaya konsultasi                      : Rp 225.000

 

 

Di RS Mata Aini juga terdapat Optik Aini, Ira dan Ibu menyempatkan diri singgah ke sana untuk mencari kacamata untuk Ira.

 

Optiknya kecil , namun koleksi kacamata untuk anaknya lumayan bagus.

Harga kacamata adalah harga pas sesuai dengan label harga hanya saja  akan diskon 15 % ( penawaran ini ketika itu berlaku saat kedatangan kami di sana)

 

Untuk lensa terdapat beberapa macam tipe dan jenis tergantung ukuran minus / plus mata .

Saat ini di Optik AINI   pembuatan lensa dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu 3 hari.        Kacamata yang telah selesai dibuat dapat  dikirimkan melalui Tiki ataupun Pos jika domisili pasien jauh ataupun tidak sempat  ke RS Mata Aini untuk mengambil kacamata yang telah selesai.

 

 

Setelah mencoba hampir 10  jenis,   Ira  tetap tidak bisa memilih bentuk yang diinginkannya.  Sehingga terpaksa Ibu sms ke temen Ibu menanyakan rekomendasi tempat pembelian kacamata anak yang lain .

 

“ITC Cempaka Mas aja Mbak .. banyak pilihan, trendy dan bisa ditunggu 1 jam selesai “

 

Hmm baiklah ..

Dalam perjalanan pulang, iseng2 Ibu memancing obrolan , Mengapa  tidak ada kacamata  yang cocok di Optik Aini ??

ternyata Ira ingin warna merah jambu, tapi ayah tidak suka karena gagangnya dari besi sehingga Ira terlihat tua  (kata Ayah sih).     Ayah suka yang warna ungu, tapi Ira tidak suka warna ungu.   Ibu suka yang warna biru dengan gagang bergambar karakter kartun ,   tapi Ira dan Ayah tidak suka yang warna biru.     Hi hi hi rupanya Ira belum diberikan kebebasan penuh untuk memilih  dan Ira pun tidak mau dipaksa dalam  menentukan pilihan .

 

Sebenarnya Ibu lebih menguasai ITC  Mangga Dua karena disanalah toko kacamata langganan Ibu ,  secara Mangga Dua lebih dekat ke kantor Ibu.     Tapi Ibu tidak pernah memperhatikan apakah  Optik itu juga menjual kacamata untuk Anak.

 

 

Ternyata di ITC Cempaka Mas toko Optik itu terdapat dibagian yang tidak terlihat dari lift maupun escalator, sehingga  Ira, Ibu dan Ayah bertanya dengan pak Satpam dan diarahkan ke lt 1 di bagian yang agak ke dalam.

 

Rupanya memang cukup banyak Optik di ITC Cempaka Mas dan setelah memakan waktu cukup lama untuk memilih-milih, Ira akhirnya bisa menentukan, kacamata yang disukainya.     Rupanya Mbak Penjaga Toko ini sudah terbiasa melayani pelanggan anak kecil, yang beliau lakukan adalah mengeluarkan koleksi kacamata secara bertahap, mungkin agar si Kecil ini tidak bingung dengan banyak pilihan.  Jadi ketika tidak cocok , dia keluarkan yang lain.  Ketika dia melihat  si Kecil agak lama mematutkan wajah berkacamatanya di cermin, maka kacamata ini akan disisihkan dulu.   Setelah diperoleh 5 pilihan, barulah Mbaknya menyarankan si Kecil untuk mengulangi diantara 5 pilihan ini.   Dan ini lah pilihan Ira.     (before and after)

 

 

si Mbak penjaga toko  sempat cerita  berdasarkan pengalamannnya selama ini  ternyata pelanggan kecil ini tidak bisa dipaksa dengan pilihan dari orang tua ataupun Penjaga Toko , walaupun sebenarnya Orang tua atau Penjaga Toko merasa  telah mendapatkan  pilihan lain yang lebih cocok dan cantik.         Apalagi anak kecil kan sebenarnya belum memahami kenapa dia harus pakai kacamata, jadi aspek yang mereka lihat adalah lebih cantik / lebih ganteng atau menjadi lebih aneh menurut pandangan mereka jika ada tambahan aksesoris di wajahnya.           “Iya bu, ada beberapa kali kejadian , setelah dipasangkan  lensa, anaknya mendadak ngambek tidak mau pakai.     Akhirnya terpaksa dibelikan yang baru dan  dibuatkan lagi berdasarkan   hasil   pilihannya sendiri hehehe .. Kita-kita  sih di toko senang aja karena kan jadi terjual 2 x .. tapi kasian kan dengan orangtuanya .“

 

Sebagai pelengkap Ibu juga  membelikan tali kacamata untuk Ira sebagai purbajaga terhadap aktifitas bermain selaku balita.

 

PS. kalau dipakai sehari-hari pilihan Ira ini tidak terlihat berbeda dengan kacamata penahan  debu (yang digunakan kalau naik motor) , sehingga teman – teman Ira tidak memandang Ira sebagai “teman dengan penampilan baru”.

 

Iklan

Read Full Post »

Berlangganan Majalah Anak

Cerita sebelumnya :  Buku Dongeng dari Nenek

 

Ternyata Nenek Ribu menepati janjinya, dalam sebulan Ibu tiba – tiba lancar membaca dan 3 buku cerita yang indah pun sudah 20 kali Ibu ulangi membacanya.    Sampai siang itu, Bang Simin, sodara yang memiliki usaha Koran, menghampiri Ibu yang sedang menunggu bis sekolah , “ini Bobo untukmu”

Ibu terkejut dan ini adalah buku yang berbeda dengan buku sekolah , juga beda dengan buku cerita dongeng .. buku ini lebih banyak cerita, lebih banyak gambar.  Tidak sabar rasanya ingin membaca semuanya

Ini  adalah Bobo edisi nomor  2   tahun 1979   dan ini adalah Majalah , bukan buku cerita.

catatan : berhubung Ibu tidak berhasil mendapatkan gambar sampul Bobo tersebut, maka Ibu tampilkan saja terbitan tanggal 3 Juli 1978 dari sini  

Dan merupakan hadiah terindah yang pernah Ibu dapatkan dari Nenek dan Kakek.

Semua pengalaman yang mengajarkan kepada Ibu bahwa buruk bukan harus dihukum, tapi harus diperbaiki .  Pengalaman nilai merah di raport dan pengajaran dari Nenek dan Kakek amat membekas di hati Ibu.

Sehingga ketika Ira belum bisa membaca, selain membelikan poster, membawa Ira kembali ke kelompok bermain     adalah juga berlangganan majalah.

Sayangnya majalah Bobo yang menjadi kenangan indah buat Ibu, mengikuti perkembangan jaman, berubah dan seolah tidak sesuai dengan perkembangan usia Ira.  Saat ini cukup banyak majalah untuk anak seusia Ira, sehingga Bobo yang menjadi favorit Ibu ketika kecil tidak lagi menjadi pilihan.

 

Ibu mencoba memberikan Bobo Junior ke Ira dan Juga Mombi , memang sih Ira membacanya tapi tidak terlalu antusias.  Selain itu dari TK juga dapat majalah Pintar Dakwah dan Anak Soleh,  tetap saja bukan bacaan yang ditunggu dan diharapkan.   Reaksi Ira tidak seperti Ibu ketika mendapatkan majalah Bobo.

 

Sampai akhirnya Ira melihat Majalah Princess di kedai majalah di simpang rumah Alinda, saat menemani Ayah membeli Koran.

“Ibu , Ira mau Princess !”

“Ira sudah menjadi Princess untuk Ibu”

“Maksudnya Ira mau buku Princess “

“Sepertinya menjadi Princess tidak perlu pakai buku deh”

“Aakkkkkkkkkh   Ibu .. pokoknya Ira mau majalah Princes”

“Ooh Majalah …  Baiklah , my Princess”

Dan Ibu pun mulai membeli secara eceran  seingatnya Ibu saja .     Tapi sayangnya Ira punya daya ingat yang kuat , Ira bisa mengetahui kalau Ibu kelewatan satu edisi, rupanya di majalah edisi terbitan kali ini sudah menampilkan gambar sampul untuk edisi berikutnya.  Kalau sudah begini, berlangganan adalah cara terbaik agar Ibu tidak kelupaan  dan ketinggalan edisi terbaru.

Akhirnya Selasa menjadi hari yang dinanti Ira, karena setiap dua minggu sekali , Majalah Princess diantarkan ke rumah.


Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »