Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘family’ Category

 

Minggu pagi ini   8 Juli 2012  ,     Ibu memaksa Sigit dan Ira untuk bangun pagi, secara aturan yang berlaku bahwa libur tidak libur sekolah  maka hari Minggu adalah Hari Boleh Tidak Bangun Pagi , karena hari Sabtunya adalah Hari Boleh Main Sampai Lewat Jam 10 Malam.

 

Sebenarnya acaranya tidak penting ,   hanya saja Ibu ingin membiasakan kalian bangun pagi di Hari Minggu,  maka  acara ini bisa jadi awal momentum.    Acaranya adalah Jalan Sehat Keluarga bersama Komunitas Tangan Diatas wilayah Bekasi  dan Komunitas  BeBlog @BloggerBekasi  di  Car Free Day Kota Bekasi.    Tangan Di Atas  adalah komunitas yang diikuti oleh Ayah dan biarpun Ayah juga ngeblog    tapi kayaknya  belum ikutan Komunitas BeBlog@BloggerBekasi, maklumlah Blog Ayah isinya tutorial jadi jarang diupdate .. hi hi hi hi ..

 

~~foto rombongan bergerak meninggalkan Pendopo Kotamadya Bekasi menuju Jalan Ahmad Yani~~

~~Sigit sedang memperhatikan logo toko online Ayah yang tercetak juga di spanduk~~

 

Sigit yang diawal perjalanan dari rumah  menghabiskan waktu dengan menyambung tidur di mobil, ternyata  juara deh bisa menyelesaikan rute yang ditetapkan  bersama Ayah, sedangkan Ira yang mengikuti Ibu lebih banyak mampir-mampirnya ,    cari makanan di GOR, beli minuman  di Alphamart, liat-liat yang jualan sepeda tandem di tepi jalan, dan akhirnya malah menggoda Abang Sigit  yang dalam arah balik , untuk  ikut  baca-baca gratis di Mobil Perpustakaan Keliling Kota Bekasi yang nongkrong di acara Car Free Day ini.

 

 

 

Kembali ke Pendopo Kotamadya Bekasi, acara silaturahmi TDA Bekasi sedang berlangsung dan dihadiri oleh Founder TDA , Bapak Badroni Yuzirman.    Sigit dan Ira kali ini bisa anteng manis dan tidak berlarian kesana kemari  karena asik bermain dengan seorang gadis mungil , ndut, tembem, pinter yang umurnya setahunan lebih  yang juga sedang senengnya  berlatih berjalan di  seputaran kedudukan ibunya.

 

Ketika perjalanan pulang, Sigit bertanya apa itu TDA ? Kenapa  dengan tangan di atas ?

Ibu mempraktekkan begini , “ketika Sigit minta jajan gimana tangannya ?”

Sigit    : “ Tidak pakai gerakan tangan, cuma bilang aja “Minta Jajan!”

Ibu      : “ Nah waktu itu kasih uang jajan, tangan Sigit dibawah kan ? “   sambil mempraktekkan memberikan uang Seribu rupiah.

Sigit    : “ Sigit tinggal sambar aja duitnya, enggak dibawah tuh tangannya.”

Ibu      : #@?*  (nampaknya telah terjadi kesalahan pendeskripsian)

 

Ibu kemudian menjelaskan bahwa  intinya begini, salah satu hadist mengatakan , Memberi Lebih Baik Dari Meminta (Menerima Pemberian)

 

عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عُمَرَ ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ، وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ، وَهُوَ يَذْكُرُ الصَّدَقَةَ وَالتَّعَفُّفَ عَنِ الْمَسْأَلَةِ : اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى. وَالْيَدُ الْعُلْيَا اَلْمُنْفِقَةُ. وَالسُّفْلَى اَلسَّائِلَةُ

 

Hadits riwayat Abdullah bin Umar Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam ketika berada di atas mimbar, beliau menuturkan tentang sedekah dan menjaga diri dari meminta. Beliau bersabda: Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan yang di atas adalah yang memberi dan yang di bawah adalah yang meminta

 

عَنْ حَكِيْمِ بْنِ حِزَامٍ ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ:

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ (أَوْ خَيْرُ الصَّدَقَةِ) عَنْ ظَهْرِ غَنِىٍّ. وَالْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى. وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ

 

Hadits riwayat Hakim bin Hizam Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sedekah yang paling utama atau sedekah yang paling baik adalah sedekah dari harta yang cukup. Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Mulailah dari orang yang engkau tanggung (nafkahnya).

 

Anakku sayang, kebetulan Ibu pernah menyimpan  tulisan hasil selancar di internet, silahkan klik di linknya ya : Judulnya Hadist tentang Rizqi dan Bersosial.

http://www.scribd.com/doc/20750380/makalah-hadits-tentang-rizqi-dan-bersosial

Salah satu kutipan hadist disana adalah :

Hadits Abu Hurairah tentang menjual kayu bakar lebih baik dari pada meminta-minta

 

Yang Artinya adalah :

 Bercerita kepada kita Yahya bin Bakir bercerita kepada kita Laits dari Uqail dari

 Ibnu Syihab dari Abi Ubaid Maula Abdurrahman bin Auf sesungguhnya telah

mendengar dari Abu Hurairah r.a. dia berkata : Rasulullah bersabda “Mencari

kayu bakar seberkas lalu dipikul di atas punggungnya terus dijual itu lebih baik

bagi seseorang dari pada mengemis kepada orang lain yang kadang-kadang

diberinya atau tidak.”

 

Makna hadist tersebut adalah bahwasanya Rasullah SAW menganjurkan untuk kerja dan berusaha serta makan dari hasil keringatnya sendiri.   Bekerja dan berusaha dalam Islam adalah wajib, maka setiap muslim dituntut bekerja dan berusaha memakmurkan hidup ini dengan Rizki yang halal.

 

Adapun Rizki yang halal adalah sesuatu yang dapat diambil manfaatnya dan boleh dikerjakan atau dimakan dengan pengertian bahwa yang melakukannya tidak mendapat sanksi dari Allah.   Selain itu memohon dan berdo’a juga termasuk salah satu bagian dalam usaha mencari rizki salah satunya adalah melaksanakan Sholat Dhuha.

 

 

 

Shalat Dhuha adalah Salat Sunah yang dilakukan seorang muslim ketika waktu Duha. Waktu dhuha adalah waktu ketika Matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu zuhur. Jumlah rakaat salat duha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Dan dilakukan dalam satuan 2 rakaat sekali salam.

 

Surah yang paling disunahkan ketika salat dhuha yaitu:

Rakaat pertama disunahkan membaca Surah Asy-Syams

Rakaat kedua disunahkan membaca Surah Ad-Duha

 

Untuk rakaat berikutnya:

Setiap rakaat pertama disunahkan membaca Surah Al-Kafirun

Setiap rakaat kedua disunahkan membaca Surah Al-Ikhlas

 

 

Pada dasarnya doa setelah salat duha dapat menggunakan doa apapun. Doa yang biasa dilakukan oleh Rasulullah selepas salat duha adalah:

 

اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

 

Alloohumma innadhdhuhaa a dhuhaa uka

 

wal bahaa a bahaa uka

 

wal jamaala jamaaluka

 

walquwwata quwwatuka

 

walqudrota qudrotuka

 

wal ’ishmata ‘ishmatuka

 

Alloohumma in kaana rizqii fissamaa i fanzil hu

 

wa in kaana fil ardhi fakhrij hu

 

wa in kaana mu ’assiron fayassir hu

 

wa in kaana harooman fathohhir hu

 

wa in kaana ba ’iidan faqorrib hu

 

bi haqqi dhuhaa ika wa bahaa ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika

 

aatinii maa aataita ‘ibaadakashshoolihiin

 

Arti:

 

“Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha adalah waktu dhuhaMu

 dan keagungan adalah keagunganMU,

 dan keindahan adalah keindahanMU,

 dan kekuatan adalah kekuatanMU,

 dan kekuasaan adalah kekuasaanMU,

 dan perlindungan adalah perlindunganMU,

 Ya Allah, jika rizkiku ada di atas langit, maka turunkanlah,

 jika ada di dalam bumi, maka keluarkanlah,

 jika masih sukar, maka mudahkanlah,

 jika (ternyata) haram, maka sucikanlah,

 jika jauh, maka dekatkanlah,

 dengan berkat waktu dhuhaMU, keagunganMU, keindahanMU, kekuatanMU dan kekuasaanMU,

 limpahkanlah kepadaku segala yang telah Engkau limpahkan kepada

 hamba-hambaMU yang sholeh.”

Aamiin Ya Robbal Alamin .

 

 

 

Maka Insya allah, jangan pernah tinggal sholat Dhuha ya Nak ..

 

Read Full Post »

Foto Keluarga

“ Ini keluarga kecilku “ begitu kata Sigit, sambil menunjuk ke Ayah, Ibu, Ira dan dirinya.

Benar Nak ..
Keluarga Kecil
Karena kita adalah bagian dari sebuah Keluarga yang lebih besar, yang terdiri dari Kakek, Nenek, Paman, Bibi, Sepupu, Ponakan

Lantas siapa itu keluarga inti ?
Hehehe .. ntahlah sampai sekarang Ibu masih heran dengan seseorang yang menyebutkan “keluarga inti” , Yang ibu tahu bahwa “inti” adalah isian untuk kue dadar gulung terdiri dari kelapa parut dan gula merah.

Waktu di RA Darul Hikmah, Sigit mendapatkan tugas untuk membawa foto keluarga, ketika itu facebook baru heboh. Ibu menduga bahwa sekolah Sigit terpengaruh untuk mengumpulkan foto keluarga para muridnya untuk Album Kenangan. Hahaha …… ternyata pada akhir masa pelajaran, ketika LKS Sigit dikembalikan kepada orangtua, Foto Keluarga tertempel disana dengan bingkai yang dibuat dari tempelan potongan korek api.

Saat di SDIT AlMuchtar, di kelas 1, Sigit disuruh mengumpulkan foto keluarga. Saat itu Ibu hanya punya satu , maka Ibu mengumpulkan gambar yang sama dengan yang Ibu berikan saat TK.
Foto kita berempat di Lokasi Air Terjun Sipiso piso – Tanah Karo.
Oh ya sebenarnya foto itu berlima, Ibu, Sigit, Hafidz, Ira dan Ayah.
Karena tidak ada pilihan foto berempat, maka Ibu minta izin kepada Mama Jefri untuk ‘mengcrop” Hafidz dari tengah. Mengcrop adalah satu tehnik di software Photoshop yang bertujuan menghilangkan sesuatu. Ayah cukup ahli melakukannya maka baguslah hasilnya.

Ketika kelas 2, kembali diminta foto keluarga, dan Ibu pun tidak punya stok yang lain, hanya gambar yang sama dengan yang di kelas 1. Kali ini Sigit tidak mau mengumpulkannya dengan alasan udah pernah!

Kali ini Ayah yang mengomel pada Sigit, “Itu kan Sigit sih kalau ada acara tidak pernah mau foto dengan benar. Jika foto rame-rame pasti tidak mau ikut , atau kalau ikut malah kepalanya membelakangi kamera. Jadi begini nih Ibu kan jadi repot “

Sigit diam saja.

Itulah Sigit memang tidak suka difoto bersama orang lain. Tapi kalau foto sendiri Sigit paling hobi.

 

Tapi ini adalah foto keluarga. Sebenarnya bisa sih Ayah menggunakan tehnik menggabungkan beberapa foto diri kita masing-masing dan dijadikan dalam satu objek, hanya saja itu membutuhkan waktu , belum lagi Ibu harus mencari foto diri Ibu, Ayah, Sigit dan Ira yang tepat.

 

Untung saja Ibu menemukan di salah satu facebook Kakak Karin, foto kita berempat ketika naik kuda di Perkebunan Te h Gunung Mas- Puncak. Dan Sigit setuju menampilkan foto ini, walaupun menurut Sigit ketika itu wajahnya kurang bahagia karena Sigit memang ketakutan saat menaiki kuda itu.

Sejak itu, Sigit tidak pernah menolak ketika diajak foto berempat. Kalaupun terlihat agak ogah-ogahan Ibu akan bilang . “ Ayo ini akan menjadi foto keluarga untuk dikumpulkan tahun depan”

Heheheheh
Maka pada kelas 3, tanpa kesulitan Ibu langsung bisa mencetak foto kita berempat di Masjid Muammar Qaddafy –Sentul. Waktu liburan naik kelas 2 , kita kesana setelah berkunjung ke rumah Mbak Ike yang di Sentul. Mesjid ini indah sekali berwarna putih dengan model ala turki.

Nanti ketika kelas 4, kita sudah punya stok foto keluarga ketika di Lebaran mengunjungi Kebun Bunga Anggrek Dolok – Pematang Siantar atau ketika kita pergi ke Acara Family Gathering di Taman Wisata MekarSari

Mari mengkoleksi foto keluarga di setiap momen.

Ini adalah kartun buatan Ira dengan Judul : Keluarga Kecilku

Read Full Post »

Older Posts »