Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Lebaran’ Category

Hari Sabtu, 4 Oktober 2008

 

Jumat, 5 Oktober 2008 pukul 09.30 saat menjemur hasil cucian di Kali, Lek Umi, bertanya kepada Ibu, “Benar malam ini jadi pulang ke Bekasi ?”  Jawab Ibu, “Insyaallah sesudah sholat Isya!”

 

Lek Umi , “Diundur kenapa …kan masuk kerja masih Senin !, lagipula Sigit dan Ira masih seneng di sini, Mbak”

 

Ibu, “ Hi hi hi pokoknya tergantung cucian, kalau kering hari ini , malam kami pulang, tapi kalau tidak kering … berarti hari Sabtu kami pulang ..”

 

Lek Umi, “ntar tak doain mendung deh biar pulangnya ditunda”

 

Ternyata doa Lek Umi tidak dikabulkan, jam 2 siang , semua pakaian sudah kering dan siap masuk koper  tanpa disetrika.  Biar Mbak Murni aja yang nyetrikain di Bekasi.

 

Jam 20.15 teng, Ayah, Ibu, Sigit dan Ira, berdadah ria dengan Keluarga di Bayan. “Sampai jumpa 

 

Kali ini posisi duduk, Ira di sebelah Ayah dengan kursi depan direbahkan laksana tempat tidur kea rah kursi Ibu yang berada di belakangnya.  Sigit di sebelah Ibu dengan pintu mobil dikunci dan diletakkan 2 bantal guling di sisi pintu sehingga menjadi empuk bagi Sigit jika tertidur ke sisi kiri mobil.  Di belakang  nantinya akan duduk Kakak  Lucky dan Mbak Murni yang terpaksa berhimpitan dengan tumpukan tas yang berada di tepat di belakang jok Sigit.

 

Jam 21.00 kita telah meninggalkan Desa Seren tempat tinggal Mbak Murni dan Kakak Lucky .  Begitu masuk ke jalan Raya Purworejo – Kutoarjo yang menjadi bagian dari Jalur Selatan , sudah ada antrian mobil plat B dengan lampu rem tangan yang menyala merah menandakan kemacetan.   Segera kita ikut menjadi bagian dari siput rombongan arus balik.   Mendekati Stasiun Kereta Api Kutoarjo segera Ayah mengambil jalur Alternatif Kutoarjo Gombong.  Jalur ini sepi , gelap , kondisi jalan cukup mulus, cukup lama kita melewatinya dan begitu keluar di Gombong, kembali menemui si Rombongan Arus Balik.

 

Ternyata inilah Indahnya Mudik .. Kena Macet !

 

Ketika berjalan 20 menit, tepat jam 12.05 , Ayah berkata ke Ibu, “Bu, kita ke pinggir saja ya , daripada pegal kaki ngerem terus, lebih baik saya tidur dulu.”

 

Kitapun berhenti di halaman depan Hotel Tasik – Gombong.

Ada 5 mobil juga yang berhenti di sana. Kebetulan Restoran Tasik sudah tutup sehingga di emperan Restoran bisa menjadi tempat duduk dan tiduran yang nyaman.  Sigit dan Sahira langsung membawa guling ke sana , main sambil sesekali tiduran.  Kelihatan happy.

 

Karena lapar, Ibu memutuskan menyeberang jalan membeli 2 cup Pop Mie yang kemudian disantap bersama Sigit, Ira dan Mbak Murni.   Sempat juga numpang pipis di Hotel Tasik, ternyata Hotel itu juga penuh dengan peserta Arus Balik yang keletihan dan memilih beristirahat sampai besok pagi.

 

Tepat pukul 01.45 , tiba – tiba lalu lintas menjadi lancar.  Segera Ibu membangunkan Ayah karena jika tidak segera bergerak, takutnya situasi ini tidak berlangsung lama.  Maklumlah setiap detik menjadi berharga. 

 

Mengenai kondisi ini, Ayah beberapa waktu lalu menceritakan pengalamannya begini, “Tengah malam saya putuskan untuk tidur di pinggir jalan karena kondisi yang berhenti total , tiba tiba bangun sudah tidak ada mobil lagi di sekitar saya, hanya ada jalan sepi seakan-akan dua jam lalu tidak pernah terjadi kemacetan apapun”

 

Selanjutnya perjalanan  ramai lancar dan diselingi oleh hujan gerimis dan deras.  Hal ini menguntungkan karena Ayah jadi berhati-hati membawa mobil sehingga tidak bisa memacu dengan kecepatan tinggi.   Mbak pun tidak terguncang2 di belakang dan tidak muntah sama sekali selama perjalanan ini.

 

Subuh kita sholat di Tasikmalaya dan sarapan di sebelah Restoran Gentong . Maunya sih di Restoran Gentong , sayangnya sedang tutup liburan lebaran.    Sarapan disini ala prasmanan, karena Ayah tidak berhasil mendapatkan ATM dan restoran ala Sunda ini tidak bisa Debit BCA, Ibu memilih lauk secara hati-hati dan tidak banyak, maklumlah takut uang Ayah tidak cukup. Ternyata sama saja, satu piring dihitung Rp 10.000 , padahal menu yang dipilih Ayah 2 kali lipat dari menu Ibu, tau begitu Ibu ambil banyak2 biar kenyang.

 

Setiba di pertigaan menuju Nagrek , Ayah mengambil jalur kiri melalui Wado – Sumedang, karena sebelumnya sudah janjian dengan Mbak Ike.  Nenek Mbak Ike dari pihak Ibu (Bude Eem) rumahnya berada di pinggir jalan Sumedang.  Keputusan ini memang baik sekali karena ternyata Nagrek macet 10 km (informasi ini dibaca di Koran Kompas hari Minggu, 5 Okt 2008).  

 

Sayangnya di jalan ini Sahira muntah 2 kali , Mbak Murni 4 kali.  Jalurnya berliku sangat tajam dengan pemandangan sawah dan hutan yang indah di sebelah kiri. 

 

Jam 09.00 kita tiba di Rumah Mbak Ike di Sumedang dan disambut dengan pelataran belakang rumah berupa kolam ikan lengkap dengan sarapan hidangan Sunda.  Wah guraminya nikmat sekali.  Sigit, Sahira dan Kakak Lucky langsung asik memancing di kolam ikan.   Maklumlah Ikannya banyak sehingga tidak kali kail dilempar dalam waktu 1 – 2 menit pasti mendapatkan ikan.  Hanya saja kali ini ketahuan kalau ikan yang rakus itu adalah yang masih kecil sehingga tidak pernah berhasil mendapatkan ikan yang besarnya lebih dari telapak tangan.   Tapi itu pun sudah membuat Sigit bahagia sekali, sampai akhirnya hasil tangkapan itu dibawa ke Bekasi.  

 

Jam 11.00 walaupun didesak oleh Pak De Mus untuk berangkat setelah sholat Ashar, Ayah dan Ibu memutuskan untuk berangkat segera ke Bekasi , mumpung belum macet.  Dan ini lagi – lagi adalah keputusan terbaik.   Perjalanan menuju Tol Purbaleunyi rame lancar sempat diselingin membeli buah Sawo di pinggir jalan.  Sayang sekali Cuma membeli satu kilo, buah ini sangat manis dan segar, bukan buah hasil peraman, buah ini semua matang di pohon, terlihat dari jajaran kebun buah Sawo di sepanjang jalan yang memang digelantungi buah sawo yang ranum.

 

Jam 15.30 , kita tiba di pintu gerbang Alinda, Ibu sempetin untuk singgah di tukang es buah Cirebon, rasanya asik deh dalam keadaan lelah, lega , panas menikmati segarnya minuman dingin ini.

 

Alhamdulillah , Lebaran kali ini menjadi pengalaman yang berharga untuk Sigit dan Sahira.   Mudah2an dapat kita ulangi lagi di tahun depan.

 

 

 

Read Full Post »

Hari Jumat, 3 Oktober 2008

 

Mengingat pakaian di pantai terkena pasir dan tidak bisa dicuci di Mesin Cuci karena takut akan mengakibatkan kerusakan di mesin cuci, maka diputuskan untuk mencuci pakaian tersebut di kali depan rumah.    Dengan semangat 45 , Sigit, Ira, Nafis, Ayah yang membawa karpet mobil serta Ibu dengan ember cucian berangkat ke kali.   Letaknya di belakang rumah tetangga yang berhadapan dengan rumah Mbah.  

 

Ternyata Ira dengan gaya priyayinya tidak mau buka baju apalagi menjejakkan kaki di kali.   Ntah jijik, takut atau masih ngantuk.  

 

Kalau Sigit dan Nafis langsung nyebur, apalagi air di kali sedang dalam kondisi yang surut, sehingga terasa dangkal. 

Ibu dan Ayah langsung membersihkan pakaian dan karpet yang dipenuhi pasir pantai.   Hmmm arus air langsung melarutkan pasir itu.

Sayangnya kegembiraan itu menjadi segera berlalu saat Sigit melihat di sebelahnya ada ‘sepotong eek ‘ dari hulu berenang menuju ke hilir .   “Iiiihh jijik !!! “

 

Direncanakan selepas Isya kita berangkat pulang ke Bekasi, maka setelah acara mencuci , SIgit , Sahira , Ibu dan Ayah pergi ke Purworejo untuk membeli oleh-oleh sekaligus mencicipi Warung Sate Dargo.

 

Sayangnya saat itu telah memasuki waktu sholat Jumat, sehingga akhirnya kita singgah dulu di Mesjid Agung Purworejo, seperti biasa begitu melihat tukang mainan yang banyak berada di depan mesjid, Sigit langsung menodong dibelikan Lumba-Lumba Tiup , Sahira memilih telfon2an.     Dan permintaan ini tidak dapat dibantah karena Sigit mengeluarkan kalimat setelah Lebaran, “Belinya pakai uang Sigit yang dikasih sama Bu De “ .

 

Mengingat pengalaman sebelumnya (berenang2 ria di Kolam Pembatas Wudhu), kali ini Ibu mengajak kalian mencoba permainan di TK milik Mesjid Agung.   Walaupun untuk masuk ke sana harus diangkat dari atas pagar (maklumlah pagar TK sedang dalam keadaan terkunci) , tapi ternyata ini bisa membuat Sigit dan Sahira lupa dengan ide berenang.  

 

Semakin siang, semakin ramai para jamaah Sholat Jumat, sehingga kita pun berpindah ke lokasi Menara, sampai akhirnya Ira memutuskan kalau dia mau minum.   Segera kita berjalan ke Indomaret yang berada di samping Mesjid.  Beli Softdrink Sprite untuk Sigit serta Pocari Sweat untuk Sahira dan Chitato untuk keduanya, ternyata baru Menara pun sudah menjadi tempat sholat.   

 

Alhasil kita duduk di trotoar depan Mesjid dan sayangnya itu tepat di depan tukang jualan mainan.     Saat sedang berlangsung Sholat Jumat, SIgit dan SAhira terlihat asik mengamati isi sepeda tukang mainan, namun begitu selesai sholat dan Ayah menemui kita , Sahira secara baik-baik minta dibelikan gitar.  Harganya murah kok Rp 17.500,   sayangnya uang Ibu tinggal Rp 10.000, ketika minta ditambahi oleh Ayah, Ayah langsung menolak, dengan alasan tadi kan sudah beli telfon2an.   Ira yang kelihatannya kepingin sekali, tidak bisa menerima alasan itu.  Akhirnya siang yang menyenangkan itu  diakhiri dengan tangisan Sahira , bahkan ide makan di Warung H Dargo pun batal, karena Ira masih menangis terus dan dikhawatirkan masih terjadi saat makan, tentu saja ini bisa mengurangi kenyamanan pengunjung yang lain.  

 

Tangisan itu baru berakhir sekitar  2 km menuju rumah Mbah, bayangkan Ira selama perjalanan pulang (+/- 5 km) menangis kencang dan berusaha lompat dari gendongan Ibu di motor.   Ira tertidur karena kelelahan dengan air mata yang masih tersisa di pipi.  

 

Akhirnya batal beli oleh-oleh.  Apalagi ketika malam begitu ketemu jalan raya  langsung berhadapan dengan deretan mobil plat B yang antri , padat merayap , maka  yang ada di pikiran Ayah adalah jalan alternative.  Tidak lagi ingat bahwa tadinya kita mau singgah di toko oleh-oleh di Stasiun Kereta Api Kutoarjo.

 

Next cerita : Perjalanan Pulang ke Bekasi

 

Cerita sebelumnya :

Minggu, 28 September 2008 : Keberangkatan dari Bekasi

Senin, 29 September 2008 : Ke Kantor Pos Purworejo 

Selasa, 30 September 2008 : Main ke Yogyakarta

Rabu, 1 Oktober 2008 : Happy Idul Fitri

Kamis, 2 Oktober 2008 : Pantai Jati Malang

 

Read Full Post »

Older Posts »