Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Sahira’ Category

Liburan Semester

Satu hari Sahira  menuntut bahwa selama liburan semester ini, dia harus berlibur atau bepergian ke suatu tempat.    Alasannya “ Biar adek tidak bingung harus menulis apa di hari pertama sekolah jika Ibu Guru menyuruh murid menuliskan pengalaman selama liburan”

Ibu bertanya ke Abang , “Emang gitu bang ? suka ditanyain”

Sigit menjawab dengan gaya santainya “Iya sih bu”

Sahira melanjutkan ceritanya ,”pernah kan Bu, waktu semester  yang lalu kita tidak kemana-mana, terus waktu adek disuruh bikin cerita awalnya adek sempat bingung , akhirnya adek mengarang saja Bu. Bikin cerita berdasarkan liburan yang dulu  saja, yang lebih lama, bukan yang liburan kemarin”

Ibu bertanya lagi ke Abang, “waktu yang itu , Abang cerita apa dong, yang kata adek, kita tidak kemana-mana?”

Sigit menjawab  “Jadi abang bilang begini ….

“Saat liburan yang bersamaan dengan bulan Puasa, saya dibangunkan Ibu untuk sahur.  Sesudah sahur saya sholat subuh.   Sesudah sholat subuh, saya membuka  laptop dan  main game sd sholat Dzuhur.   Setelah Dzuhur saya tidur siang.   Ketika azan Ashar saya bangun, mandi dan sholat Ashar , setelah itu saya buka laptop dan main game.   Kemudian azan magrib,  saya berbuka dan sholat magrib.  Kemudian makan malam dilanjut sholat Isya dan tarawih.   Setelah itu saya buka laptop dan main game sd jam 21.30 sesudah itu saya tidur.  Itulah kegiatan saya selama liburan”

Terus pak Guru bilang , “Yaelah Sigit …. Sigit ….kamu main game terus … lantas kapan belajarnya”

Terus Sigit jawab , “kan liburan pak, belajarnya ya di sekolah , kalau liburannya sudah selesai”

Gubrak .. Ibunya jadi speechless

Sigit memang monster game

BACK ke Tuntutan Ira, akhirnya Ayah dan Ibu berdiskusi kemana sebaiknya membawa Sigit dan Sahira berlibur  yang  tidak pakai menginap, tidak jauh ,tidak mahal dan harus hari Minggu.

Ibu akhirnya memutuskan liburan yang merangkap olahraga yaitu berenang di arena air.

Ada beberapa pilihan  antara lain Waterboom Lippo Cikarang,  Waterboom Pantai  Indah Kapuk, ocean park – BSD, water kingdom – Taman Mekar Sari, Marcopolo – Cimanggu Bogor, Snow Bay – TMII , Jungle – Bogor atau Ancol.

Pilihan tanggalnya 29 Januari 2013 atau 5 Januari 2014

Ayah inginnya tanggal 5 Januari 2014 karena tanggal 29 Januari 2013 ada acara arisan keluarga Kemayoran.   Tetapi   Sahira  tidak bisa dinegosiasi ulang karena sudah memutuskan harus berangkat di hari MInggu terdekat.   Hehehe kayaknya Sahira meragukan di tgl 5 Januari ntah apa lagi halangannya.

Oleh karena baru bisa berangkat sesudah acara arisan kurang lebih jam 15.00 bbwi  maka pilihan lokasi yang terdekat adalah Waterboom Lippo Cikarang.

Oke Let’s Go …

Iklan

Read Full Post »

Belajar Berenang

Sigit dan Ira senang bermain air.
Berenang hanyalah salah satu bagian dari permainan air.

 

 

Tapi menurut Ibu itu adalah langkah awal untuk mampu berenang.

 

Ibu merupakan contoh kasus tentang dominasi mitos dan kurangnya motivasi dari lingkungan.

Begini ceritanya , “ Ketika kecil , Ibu sudah memiliki tinggi tubuh diatas rata rata untuk anak seusia Ibu.  Salah satu kalimat pertanyaan yang sering disampaikan adalah “Anaknya berenang ya ? “  tentu saja jawabannya : Tidak. Dan juga dilain waktu ada kalimat pernyataan seperti ini, “Kalau anak mau tinggi, suruh berenang “.

 

Ibu mengkolerasikan antara , “berenang dan tinggi badan” menjadi sebuah kalimat asumsi yaitu  “Biar tidak tambah tinggi maka jangan berenang!”.

 

Dan Ibu menjadikan berenang merupakan satu kegiatan yang WAJIB dihindari, karena Ibu tidak mau lebih tinggi.    Sayangnya Ibu lupa satu hal, yang kemungkinan karena tidak pernah mendapatkan informasi bahwa Tinggi Badan dipengaruhi oleh Faktor Keturunan.    Sehingga tanpa pun berenang, Ibu sudah ditakdirkan memiliki tubuh yang tinggi karena Ayah , Ibu, Kakek, Nenek, Abang, Kakak ,  Paman memiliki tubuh yang tinggi.

 

Mengapa soal tinggi badan ini menjadi hal yang “mengganggu” untuk Ibu ?   Ini karena ketika SD dan awal SMP kebetulan sekali sebagian teman Ibu tidak tumbuh lebih cepat sehingga mereka berbadan lebih pendek dari Ibu.  Kalau berjalan terkesan Ibu menjadi menjulang, dan Ibu malu karena memiliki pose tubuh yang tidak seperti teman- teman.  Kadangkala Ibu membungkukkan tubuh agar bisa terkean lebih rendah.   Aha untung saja hal itu tidak berlangsung lama sehingga tidak sampai merusak bentuk punggung Ibu.

 

Ketika  Kakek dulu mengajak berenang, Ibu sering menolak ikut.  Juga saat  SMP ada pelajaran wajib berenang, Ibu memilih tetap membayar iuran tanpa pernah berniat hadir di kolam renang .

 

Sekarang ketika sudah bersama Sigit dan Ira, Ibu menyesal tidak pernah belajar berenang karena sedih rasanya tidak bisa bermain air bersama Sigit dan Ira yang begitu menyukai kegiatan di kolam renang.

 

Dan …

Mumpung usia Sigit dan Ira masih belia dan belum punya rasa takut terhadap kondisi di dalam air,  maka diputuskan untuk belajar berenang sedini mungkin.

 

Memang selama ini kita rutin ke kolam renang, tapi Sigit dan Ira lebih memilih di kolam renang bagian anak-anak.   Ayah yang bisa berenang berusaha menjadi pelatih untuk Sigit dan Ira, dan sayangnya tingkat keberhasilan cukup rendah.  Heheheh kadangkala Ira mau menurut dengan instruksi dari Ayah, tapi Sigit menggodanya, mengajak bermain air saja.     Sigit juga sudah berani berenang sendiri dengan gaya “sukasuka hati” dan berhasil bergerak di air  sepanjang kurang lebih 3 m.      Tapi ini bukan berenang yang benar dan baik.

 

Kebetulan ntah kenapa Ira  setuju untuk mengambil les berenang , maka hari Selasa disepakati menjadi hari pertama privat.   Sigit seperti biasa , saat ditawari lebih banyak menolak dan membantah, tapi Ibu dan Ayah sudah paham strategi  yang tepat untuk mengarahkan Sigit.  Caranya adalah jangan tanya pendapat Sigit tapi dukung saja Adik Ira, nanti Sigit tidak mau kalah dan akhirnya ikut dengan apa yang diharapkan oleh Ayah dan Ibu.

 

Les berenang di Anggrek Sport Club di Perumahan  Pesona Anggrek telfon : (021) 99789031

Jadwal berenang  Sigit dan Ira adalah hari  Selasa jam 15.00 bbwi selama 1 jam dengan pelatih yang ditetapkan oleh Pengurus Kolam.   Kebetulan kali ini dapat pelatih wanita , kebetulan Ira juga lebih suka kalau pelatihnya wanita.

Biaya Pendaftaran Rp 25.000 per orang,

Biaya 4 x pertemuan Rp 100.000 atau 8xpertemuan Rp 190.000 dan itu diluar biaya masuk ke kolam.   Tike Masuk Kolam Renang : Senin – Jumat Rp 10.000, sedangkan Sabtu, Minggu & Hari Libur Nasional Rp 12.000.   Oh ya untuk pengantar siswa yang Les Renang free tiket masuk.

 

Selama bulan puasa les berenangnya cuti dulu karena pelatihnya juga cuti, selain itu menghindari makruh aja lah manatau pas berenang masuk air ke mulut dan tertelan, nah loh gimana puasanya tuh  hehehe

 

Mudah – mudahan Sigit dan Ira bisa segera menguasai tehnik dan gaya berenang dengan  baik dan benar, nanti Ibu akan menyusul private juga deh ….

Read Full Post »

Older Posts »